Tak Hanya Skrining, Penanganan Gratis Masuk Program CKG
BeritaNasional.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa pelayanan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) akan diperluas dengan penambahan layanan penanganan gratis sebagai tindak lanjut hasil pemeriksaan pada tahun ini.
Budi mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat menjadi lebih sehat melalui upaya pencegahan dan penanganan dini sebelum risiko kesehatan berkembang menjadi penyakit serius.
“Bukan hanya cek kesehatannya saja yang gratis, tapi pencegahan dan penanganannya pun gratis,” kata Budi, dikutip Sabtu (23/1/2026).
Ia menjelaskan, masyarakat dapat mendatangi puskesmas terdekat untuk menjalani skrining medis secara gratis.
Setelah pemeriksaan, masyarakat akan menerima rapor kesehatan yang terbagi dalam tiga kategori warna, yakni merah, kuning, dan hijau.
Menurut Budi, rapor merah menunjukkan kondisi tidak sehat, rapor kuning menandakan kondisi kurang sehat, sementara rapor hijau mencerminkan kondisi sehat.
Selanjutnya, penanganan kesehatan bagi masyarakat akan disesuaikan dengan kategori rapor yang diterima.
“Ini pilot project-nya sudah jalan. Agar apa? Agar mereka kembali menjadi sehat. Agar mereka yang kurang sehat, atau rapornya kuning, dan yang tidak sehat, rapornya merah, kembali menjadi sehat,” ujar Budi.
Meski demikian, penanganan medis lanjutan masih dikenakan biaya. Pasalnya, layanan gratis hanya diberikan dalam 15 hari pertama setelah skrining.
Setelah periode tersebut, masyarakat tetap dapat memperoleh layanan gratis dengan syarat memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan yang aktif.
Jika tidak memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan, masyarakat harus menanggung biaya penanganan medis setelah 15 hari pertama.
“Itulah sebabnya saran saya, ayo cepat segera mengaktifkan BPJS masyarakat,” ucap Budi.
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu







