Gema Bangsa Dukung Prabowo di Pilpres 2029, Ini Sederet Alasannya

Oleh: Panji Septo R
Senin, 26 Januari 2026 | 19:38 WIB
Deklarasi nasional Partai Gema Bangsa. (BeritaNasional/Panji)
Deklarasi nasional Partai Gema Bangsa. (BeritaNasional/Panji)

BeritaNasional.com - Partai Gema Bangsa menyatakan dukungannya terhadap pencalonan kembali Presiden Prabowo Subianto pada Pilpres 2029. Dukungan ini disampaikan dalam deklarasi partai secara nasional.

Wakil Ketua Umum Partai Gema Bangsa Joko Kanigoro menegaskan, sikap partainya tidak lahir dari kalkulasi pragmatis ataupun keinginan menempel kekuasaan. 

"Sebagai jalan transisi dan sebagai palu untuk menghantam struktur lama yang membuat Indonesia terus terjebak sebagai bangsa setengah merdeka," kata Joko dalam keterangan tertulis, Senin (26/1/2026).

Ia memaparkan, ketergantungan pada modal besar, tekanan kepentingan global, serta peran oligarki masih membayangi ruang negara.

Menurutnya, pergantian kekuasaan melalui pemilu tidak akan bisa mengubah struktur penindasan yang tetap berdiri serta demokrasi untuk elite semata.

Joko memandang, Prabowo tidak sekedar dipahami sebagai figur biasa. Melainkan fase transisi sejarah yang saat ini membuktikan diri di pemerintahan.

"Dukungan Pilpres 2029 harus dipahami sebagai upaya merebut kembali negara dari para pemilik modal, perampok sumber daya, dan makelar kekuasaan," terangnya.

Gema Bangsa pun mengingatkan Indonesia tidak akan tumbuh sebagai negara besar apabila negara terus kalah dari pemilik modal. 

Ia juga menyebut martabat publik tidak akan terjaga jika kebijakan negara ditulis kepentingan korporasi dan kemandirian tidak akan lahir jika elite enggan melakukan perombakan mendasar.

Joko menegaskan, roadmap politik menuju Indonesia 2045 merupakan arena pertarungan. Dalam rangka itu, Prabowo dinilai sebagai figur yang memiliki keberanian.

"Untuk diposisikan sebagai figur yang mampu memimpin fase penertiban, fase penataan ulang dan fase pemaksaan kehendak negara atas kepentingan pasar," tuturnya.

Ia pun menyebut dukungan terhadap Prabowo bertujuan meredam spekulasi politik yang dapat mengganggu pelaksanaan visi dan roadmap Gema Bangsa. Risiko kegagalan akan membuat pergantian pemerintahan hanya menjadi episode yang tidak menghasilkan perubahan substantif.

"Jika 2029 adalah pintu, maka Prabowo Subianto harus menjadi palu yang menghancurkan engsel lama. Jika 2045 adalah tujuan, maka hari ini adalah medan tempur penentu, apakah Indonesia akan berdiri sebagai bangsa mandiri atau selamanya menjadi republik yang dikelola tapi tidak pernah mandiri dan berdaulat," pungkas Joko.
sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: