Gempa M5,7 Guncang Pacitan Jawa Timur, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Oleh: Tim Redaksi
Selasa, 27 Januari 2026 | 10:46 WIB
Ilustrasi gempa pacitan. (Foto/Pixabay)
Ilustrasi gempa pacitan. (Foto/Pixabay)

BeritaNasional.com - Wilayah Pacitan, Jawa Timur, diguncang gempa bumi tektonik pada Selasa (27/1/2026) pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

BMKG mencatat gempa terjadi pada pukul 08.20.44 WIB dengan magnitudo 5,7. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Daryono, menjelaskan bahwa episenter gempa berada di darat.

“Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki magnitudo M5,7 dengan episenter terletak pada koordinat 8,18 derajat Lintang Selatan dan 111,33 derajat Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di darat 24 kilometer arah tenggara Pacitan, Jawa Timur, pada kedalaman 122 kilometer,” ujarnya dalam keterangannya, Selasa (27/1/2026).

Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut termasuk jenis gempa menengah. Daryono menyebut gempa dipicu oleh aktivitas deformasi batuan di dalam lempeng.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam lempeng,” kata Daryono.

Kata Daryono, BMKG juga mengungkapkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan naik.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault,” lanjutnya.

Getaran gempa dirasakan di sejumlah wilayah dengan intensitas berbeda-beda. Daerah Pacitan, Karangkates, dan Tulungagung merasakan gempa dengan skala III–IV MMI, sementara Malang, Nganjuk, Ponorogo, dan Blitar merasakan intensitas III MMI. Getaran juga dirasakan di Madiun, Jember, Mojokerto, hingga Bali bagian selatan dengan skala II–III MMI, serta Yogyakarta, Semarang, Pasuruan, dan Mataram dengan skala II MMI. 

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” tegas Daryono.

Hingga pukul 08.35 WIB, BMKG juga belum mencatat adanya aktivitas gempa susulan dan belum menerima laporan kerusakan akibat kejadian tersebut.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan hanya mengakses informasi resmi. “Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” ujar Daryono.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: