Produsen Bir Anker: Kebiasaan Minum Kopi Bikin Penjualan Menurun

Oleh: Lydia Fransisca
Selasa, 27 Januari 2026 | 14:36 WIB
PT Delta Djakarta rapat deviden (Beritanasional/Lydia)
PT Delta Djakarta rapat deviden (Beritanasional/Lydia)

BeritaNasional.com - PT Delta Djakarta mengungkapkan, terdapat penurunan dividen yang diberikan kepada Pemprov DKI pada 2024 dibanding 2023. 

Di tahun 2024, dividen yang diberikan Rp36,15 miliar. Sedangkan pada 2023 bisa mencapai Rp59,06 miliar.

Direktur Penjualan PT Delta Ronny Titiheruw menjelaskan, salah satu penyebab penurunan ini adalah kenaikan harga BBM.

"Di awal 2024 mungkin kalau teman-teman ingat kita ada kenaikan BBM, ada juga kenaikan inflasi karena kenaikan harga minyak goreng saya masih ingat, dan juga kenaikan cukai," kata Ronny saat mengikuti evaluasi rapat kinerja di DPRD DKI Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Ronny berujar, kenaikan harga ini juga mengakibatkan kenaikan harga sehingga penjualannya menurun.

"Kombinasi faktor ini menyebabkan peningkatan harga yang signifikan sehingga menyebabkan penurunan bukan cuma PT Delta tapi bisa dibilang industri alkohol termasuk industri bir itu mengalami kontraksi," ujar Ronny.

Tak hanya kenaikan BBM dan bahan pokok lain, perubahan pola konsumsi bir di anak muda juga menjadi salah satu faktor penurunan perusahaan bir Anker tersebut.

"Kopi itu sekarang masih menjadi minuman yang sangat trendy dan banyak peminum bir itu khususnya di kalangan anak muda, millennials, atau gen-z itu sekarang lebih suka minum nongkrong itu duduk minumnya non-alkohol pak, kopi itu lho," jelas Ronny.

Selanjutnya, alasan penurunan dividen ini disebabkan munculnya produksi-produksi anggur lokal yang kandungan alkoholnya lebih tinggi tetapi harganya murah.

"Kemudian juga di daerah-daerah itu juga banyak sekarang yang beralih ke minuman anggur lokal, Pak. Jadi kalau bapak ingat ada anggur-anggur yang diproduksi oleh industri-industri kecil dengan kadar alkohol yang lebih tinggi, tapi harga yang lebih murah," ucap Ronny.

"Nah itu di daerah-daerah itu banyak pergeseran sehingga bir yang harganya makin naik dengan daya beli yang sampai sekarang sebetulnya masih belum begitu pulih pak ya. Itu kita mengalami kontraksi yang signifikan di 2024," katanya.


 sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: