29 Desa Hilang Akibat Bencana Banjir Sumatera, Ada yang Jadi Sungai

Oleh: Ahda Bayhaqi
Selasa, 27 Januari 2026 | 16:54 WIB
Mendes PDT Yandri Susanto. (BeritaNasional/Panji Septo)
Mendes PDT Yandri Susanto. (BeritaNasional/Panji Septo)

BeritaNasional.com -  Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengungkap 29 desa di enam kabupaten/kota di daerah terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Sumatera, dilaporkan hilang.

Desa tersebut hilang karena terdampak banjir dan tanah longsor. Bahkan ada sejumlah desa yang hilang menjadi sungai.

"Nah ini, desa-desanya ada yang menjadi sungai, Pak Ketua. Jadi banyak desa yang selama ini ada di sempadan sungai, ketika banjir, sungai pindah ke desa itu, Pak Ketua. Jadi desanya benar-benar hilang," ujar Yandri saat rapat kerja dengan Komisi V di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Selasa (27/1/2026).

"Tapi penduduknya, termasuk kepala desanya dan perangkat lainnya tetap ada, mengungsi, Pak Ketua. Jadi ini mungkin yang PR terberat di kami," sambungnya.

Yandri udah mengungkap, desa terbanyak yang hilang berada di Provinsi Aceh. Banyak desa di Aceh yang menjadi sungai sampai tertimbun lumpur.

"Yaitu di Aceh ada 21 desa. Ini benar-benar hilang, Ketua. Ada yang tadi saya bilang ada jadi sungai, ada yang tertimbun lumpur, Pak Ketua. Jadi sudah, desanya sudah enggak ada. Termasuk bangunannya dan sarana-prasarananya sudah enggak ada sama sekali," ujarnya.

Sementara di Sumatera Utara ada delapan desa yang hilang sedangkan di Sumatera Barat, tidak ada desa yang hilang.

Dalam upaya untuk menangani desa yang hilang tersebut, Kementerian Desa mengambil sejumlah langkah. Pertama, mengoordinasikan dengan Kementerian/Lembaga terkait.

Kedua, memetakan dan memutakhirkan data desa yang hilang. Selanjutnya, penyusunan perencanaan.

Warga dari desa yang hilang akan direlokasi ke tempat yang baru dan lebih aman dari ancaman banjir dan longsor.

"Tidak lagi terancam banjir atau longsor, sehingga itu menjadi desa yang aman dari bencana banjir yang akan datang," ujar Yandri.

Kementerian Desa juga akan merekonstruksi sarana dan prasarana dasar. Mulai dari rumah, air bersih, sarana pendidikan, kesehatan, dan lain sebagainya.

"Pemulihan ekonomi, ini penting di tingkat desa nanti. Ada desa tematik, UMKM, BUMDes, KOPDes, dan tentu ada pasar desa," tukasnya. 

 sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: