34 Bencana Terjadi di Awal 2026, Ratusan Ribu Warga Terdampak

Oleh: Ahda Bayhaqi
Selasa, 27 Januari 2026 | 18:46 WIB
Seorang anak bermain di genangan air yang membanjiri jalan sekitar Cempaka Putih, Jakarta, Kamis(22/1/2026).(Beritanasional.com/Oke Atmaja)
Seorang anak bermain di genangan air yang membanjiri jalan sekitar Cempaka Putih, Jakarta, Kamis(22/1/2026).(Beritanasional.com/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengungkapkan bahwa sebanyak 34 bencana terjadi di Indonesia pada awal tahun 2026.

Korban terdampak paling banyak disebabkan oleh bencana banjir.

“Sebanyak 34 titik kejadian bencana terjadi sejak awal tahun 2026. Ini di luar kejadian bencana pada akhir 2025. Jadi, khusus tahun 2026 saja sudah ada 34 titik kejadian,” ungkap Gus Ipul saat rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Gus Ipul menjelaskan, korban terdampak akibat bencana banjir mencapai lebih dari 110.000 jiwa. Sementara itu, banjir bandang berdampak pada lebih dari 5.000 jiwa, serta banjir dan tanah longsor yang berdampak pada sekitar 380 jiwa.

“Banjir misalnya, ada lebih dari 110.000 jiwa yang terdampak. Banjir bandang ada lebih dari 5.000 jiwa yang terdampak, kemudian banjir dan tanah longsor sekitar 380 jiwa yang terdampak, dan seterusnya, termasuk kebakaran serta angin puting beliung,” ujarnya.

Bencana tersebut terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, dengan jumlah kejadian terbanyak berada di Pulau Jawa.

“Ada dua titik di Sumatera, empat di Kalimantan, 17 di Jawa, kemudian tiga di Bali dan Nusa Tenggara, enam di Sulawesi, serta dua titik di Maluku,” kata Gus Ipul.

Dalam penanganan bencana, Kementerian Sosial memiliki dua tugas utama, yaitu memberikan dukungan logistik dan menyelenggarakan dapur umum, serta menyediakan shelter bagi para korban.

Kementerian Sosial juga berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam menjalankan tugas tersebut.

“Kami bekerja sama dengan Dinas Sosial setempat serta TNI dan Polri di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Kementerian Sosial menjadi bagian dari tim besar di bawah BNPB,” ujar Gus Ipulsinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: