OpenAI Rilis Prism Ruang Kerja Berbasis AI untuk Para Ilmuwan, Ini Fitur Lengkapnya

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 28 Januari 2026 | 12:15 WIB
OpenAI merilis Prism. (Foto/Dok OpenAI)
OpenAI merilis Prism. (Foto/Dok OpenAI)

BeritaNasional.com - OpenAI resmi meluncurkan Prism sebagai platform ruang kerja ilmiah berbasis AI. Alat ini tersedia secara cuma-cuma bagi seluruh pengguna yang memiliki akun ChatGPT.

Dilansir dari TechCrunch pada Rabu (28/1/2026), Prism bukan sekadar pengolah kata biasa. Platform ini dirancang sebagai asisten riset yang terintegrasi mendalam dengan model bahasa terbaru, GPT-5.2.

Fungsinya beragam, mulai memvalidasi klaim ilmiah, merevisi gaya bahasa dalam manuskrip, hingga menelusuri literatur penelitian terdahulu dengan lebih efisien.

Wakil Presiden OpenAI Bidang Sains Kevin Weil menyamakan Prism dengan alat bantu pengodean populer seperti Cursor atau Windsurf yang telah merevolusi dunia pemrograman.

"Saya yakin tahun 2026 akan menjadi titik balik bagi AI dalam dunia sains, sebagaimana tahun 2025 menjadi tahun keemasan AI bagi rekayasa perangkat lunak," ujar Weil dalam konferensi pers peluncuran tersebut pada Selasa (27/1/2026).

Meski sangat canggih, OpenAI menegaskan Prism tidak dirancang untuk menggantikan ilmuwan. 

Alat ini berperan sebagai pemacu produktivitas yang tetap membutuhkan arahan dan bimbingan manusia untuk memastikan akurasi hasil riset.

Langkah OpenAI merilis Prism bukan tanpa alasan. Perusahaan mencatat adanya lonjakan luar biasa pada topik sains di produk mereka. 

Setiap pekan, ChatGPT menerima rata-rata 8,4 juta pesan terkait topik sains tingkat lanjut.

Kehadiran Prism juga didorong oleh tren riset akademis yang mulai mengadopsi AI secara masif. Beberapa pencapaian besar yang telah tercatat meliputi matematika yang penggunaannya untuk membuktikan sejumlah masalah yang selama ini sulit dipecahkan.

Lalu, soal statistika. Pada Desember 2025, model GPT-5.2 Pro berhasil menetapkan bukti baru untuk aksioma sentral teori statistik di bawah arahan peneliti manusia.

Fitur Unggulan

Prism menawarkan keunggulan teknis yang selama ini menjadi kendala bagi para peneliti, di antaranya:

  • Integrasi LaTeX Super: Berbeda dengan editor LaTeX konvensional, Prism mempermudah penyusunan format makalah ilmiah yang kompleks.
  • Konversi Diagram Visual: Memanfaatkan kemampuan visual GPT-5.2, peneliti kini bisa mengubah sketsa dari papan tulis digital menjadi diagram profesional secara instan.

Manajemen Konteks yang Cerdas: Saat membuka jendela ChatGPT di dalam Prism, AI akan memahami seluruh konteks proyek riset yang sedang dikerjakan, sehingga jawaban yang diberikan jauh lebih relevan dan akurat.

"Rekayasa perangkat lunak berkembang pesat berkat model yang hebat dan integrasi alur kerja yang mendalam. Itulah yang ingin kami hadirkan untuk dunia sains melalui Prism," tandas Weil.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: