Wamendagri Sebut Tantangan Besar Indonesia Menjadi Negara Maju

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Rabu, 28 Januari 2026 | 21:28 WIB
Wamendagri Bima Arya Sugiarto (BeritaNasional/dok BKSDN)
Wamendagri Bima Arya Sugiarto (BeritaNasional/dok BKSDN)

BeritaNasional.com -  Indonesia memiliki tantangan besar untuk melangkah menjadi negara maju. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengatakan tantangan besar tersebut harus dihadapi yakni absennya visi nasional yang konsisten

“Nah tapi menuju ke situ, itu enggak mudah. Kalau saya mencatat ya, kalau kita pelajari Singapura, Korea Selatan, kemudian beberapa negara di Asia Timur lain. Yang bisa cepat naik kelas itu kenapa? Satu, adanya visi nasional yang konsisten. Jadi, itu terus dilanjutkan oleh pemimpin berikutnya,” kata Bima dalam keterangannya di Jakarta.

Indonesia saat ini berada di titik krusial dengan peluang besar dalam 20 tahun ke depan. Namun masih dibayangi pekerjaan rumah utama yang besar untuk keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle income trap).

Saat ini, perjuangan Presiden Prabowo Subianto bersama para menteri, ekonom, dan pengusaha, yaitu membawa Indonesia keluar dari jebakan kelas menengah. Prediksi tersebut pun didasarkan pada data dari lembaga kredibel seperti World Bank, The Economist, dan Goldman Sachs.

Lebih lanjut ia mengatakan sejarah menunjukkan hanya 34 negara yang berhasil naik kelas menjadi negara maju, sementara 108 negara lainnya gagal melampaui status berpendapatan menengah.

“Banyak negara itu enggak lolos, 108 negara enggak lolos, enggak naik tingkat. Dari kelas bawah ke kelas menengah tapi enggak bisa loncat ke atas. Kalau kita gagal memanfaatkan apa yang ada saat ini, maka kita enggak bisa menjadi negara maju,” ujarnya.

Politisi PAN ini juga menyebut Indonesia memiliki kesempatan besar untuk menjadi negara maju, bukan semata soal kebanggaan, melainkan juga menyangkut kesejahteraan ekonomi.

Syarat kedua, menurutnya yakni kemandirian ekonomi karena tidak ada negara hebat yang bergantung pada pihak lain, sehingga Indonesia harus membangun kekuatan ekonominya sendiri.

Syarat ketiga yaitu kepemimpinan yang efektif dan solid di semua level pemerintahan. Kemudian syarat terakhir adalah kolaborasi dan inovasi. Ia menekankan bahwa tantangan pembangunan tidak bisa dijalankan secara sendiri-sendiri.

“Bahkan sekarang ada hal yang jauh lebih penting dari kolaborasi yaitu co-creation. Kalau kolaborasi itu ya pemerintah mengundang aja komunitas atau swasta. Tapi kalau co-creation mendesain sama-sama, merancang sama-sama,” katanya.

Melansir Antara, Rabu (28/1/2026) Arya merinci sejumlah ciri negara maju, di antaranya tidak ada warga yang tertinggal (no one is left behind), partisipasi masyarakat yang kuat, serta pembangunan berkelanjutan dengan perspektif jangka panjang. Menurut dia, tidak ada jalan pintas untuk mencapai status tersebut. (Antara)sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: