Bahlil Sebut Tenaga Nuklir Jadi Salah Satu Fokus Dewan Energi Nasional

Oleh: Dyah Ratna Meta Novia
Kamis, 29 Januari 2026 | 02:00 WIB
Menteri ESDM sekaligus Ketua Harian Dewan Energi Nasional Bahlil Lahadalia (Beritanasional.com/Oke Atmaja)
Menteri ESDM sekaligus Ketua Harian Dewan Energi Nasional Bahlil Lahadalia (Beritanasional.com/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, yang baru saja dilantik sebagai Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN), menjelaskan pengembangan tenaga nuklir menjadi salah satu fokus kerja Dewan Energi Nasional untuk memanfaatkan potensi energi baru dan terbarukan di Indonesia.

Namun Bahlil belum dapat menjelaskan lebih lanjut rencana pengembangan tenaga nuklir tersebut, karena Dewan Energi Nasional masih akan rapat perdana terlebih dahulu, dan melaporkan hasilnya kepada Presiden Prabowo.

"Kami sudah kerja dengan membangun beberapa tahapan RUEN (Rencana Umum Energi Nasional) sampai dengan bagaimana membangun berbagai kebijakan, termasuk di dalamnya adalah pembangunan energi baru dan terbarukan, dan juga adalah mendorong untuk pakai tenaga nuklir," kata Bahlil.

Dalam kesempatan yang sama, Bahlil menyebut Dewan Energi Nasional akan mendengarkan lebih dulu arahan-arahan Presiden Prabowo setelah acara pelantikan. Selepas itu, Bahlil menyebut dirinya akan menyampaikan kepada publik rencana kerja setahun ke depan Dewan Energi Nasional.

"Kami akan mencoba untuk rapat perdana dulu. Nanti, habis ini kami akan lapor ke Bapak Presiden untuk segera kita melakukan rapat paripurna pertama, sidang paripurna pertama. Karena ini baru, jadi namanya paripurna, dan akan dipimpin Insya Allah oleh Bapak Presiden. Setelah itu, kami akan mendengar arahan-arahan dari Bapak Presiden," ujar Bahlil.

Bahlil melanjutkan arah kebijakan sektor energi Presiden Prabowo itu terbagi dalam empat fokus, yaitu memperkuat kedaulatan energi, ketahanan energi, kemandirian energi, dan swasembada energi.

"Kedaulatan energi, itu tidak boleh ada intervensi dari pihak mana pun. Yang kedua adalah tentang ketahanan energi. Kita tahu bahwa ketahanan energi kita hanya 21 hari, dan ini kita akan up (tingkatkan, red.) menjadi 3 bulan, dan ini pasti kita akan membangun storage. Yang berikut adalah kemandirian energi. Kita tahu, kita hari ini masih impor BBM kurang lebih sekitar 30 juta lebih kiloliter, baik solar maupun bensin, dan yang keempat itu adalah swasembada. Pasti kami akan melakukan bertahap, dan tujuan pada akhirnya adalah swasembada," ujar Bahlil.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: