IHSG Terjun, BEI Bakal Temui MSCI Bahas Free-Float Saham Indonesia

Oleh: Kiswondari
Kamis, 29 Januari 2026 | 07:27 WIB
Ilustrasi IHSG dan BEI. (BeritaNasional/IDX)
Ilustrasi IHSG dan BEI. (BeritaNasional/IDX)

BeritaNasional.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan bertemu langsung dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) guna membahas metodologi penghitungan free-float saham-saham di Indonesia, menindaklanjuti pengumuman terbaru MSCI pada Rabu (28/1/2026) kemarin, yang berimbas pada anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga harus dibekukan sementara (trading halt). 

"BEI bersama Self-Regulatory Organization (SRO) lainnya yaitu PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menegaskan komitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan MSCI," kata Sekretaris Perusahaan PT BEI Kautsar Primadi Nurahmad, yang dikutip dari kanal BEI, Kamis (29/1/2026). 

Nurahmad menjelaskan, masukan dari MSCI selaku penyedia tool analisis portofolio dan berbagai indeks pasar saham global menjadi bagian penting dalam upaya berkelanjutan untuk memperkuat kredibilitas pasar modal Indonesia. 

"Kami memahami bahwa pembobotan MSCI memiliki peran strategis bagi pasar keuangan global serta menjadi salah satu referensi utama bagi investor," ujarnya. 

Sejalan dengan hal tersebut, BEI berkomitmen untuk mengupayakan yang terbaik dalam rangka meningkatkan bobot saham Indonesia dalam indeks MSCI. Komitmen ini diwujudkan melalui penguatan transparansi data pasar, termasuk penyediaan informasi yang lebih akurat dan andal, sesuai dengan praktik terbaik secara global dan ekspektasi pemangku kepentingan global.  

Menurutnya, BEI pun telah melakukan sejumlah langkah konkret sejak 2 Januari 2026 lalu. 

"Sebagai bagian dari langkah konkret yang telah dilakukan, BEI telah menyampaikan pengumuman data free-float secara komprehensif melalui website resmi BEI sejak 2 Januari 2026 serta akan disampaikan secara rutin setiap bulannya," terangnya. 

Selanjutnya, dia menambahkan, BEI bersama SRO dan OJK akan terus berkoordinasi dengan MSCI guna memastikan keselarasan pemahaman serta implementasi peningkatan transparansi informasi.

"Melalui koordinasi yang berkesinambungan ini, kami optimistis dapat terus memperkuat daya saing Pasar Modal Indonesia di tingkat global, sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap Pasar Modal nasional," tandasnya. 

Sebelumnya, melansir Antara, MSCI berencana menetapkan sejumlah perubahan terhadap review indeks saham-saham di Indonesia pada Februari 2026 mendatang. Perubahan itu di antaranya, pembekuan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS), pembekuan penambahan konstituen ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI), serta pembekuan perpindahan naik antar–indeks segmen ukuran, termasuk dari Small Cap ke Standard.

Dalam pengumumannya, MSCI menyebut ketetapan ini dilakukan untuk mengurangi index turnover dan risiko kelayakan investasi (investability). Ketetapan ini juga sekaligus memberi waktu bagi otoritas pasar untuk menghadirkan perbaikan transparansi. Apabila tidak ada perbaikan hingga Mei 2026, MSCI akan mengevaluasi kembali status akses pasar Indonesia.

Langkah ini dilakukan dengan memperhatikan penurunan bobot dalam Indeks Pasar Emergen MSCI untuk semua sekuritas Indonesia dan potensi reklasifikasi Indonesia dari status Emerging Market ke Frontier Market.

Sebagai tambahan informasi, Morgan Stanley Capital International (MSCI) adalah lembaga riset dari Amerika Serikat yang menjadi penyedia tool analisis portofolio dan berbagai indeks pasar saham global. Dan indeks MSCI adalah serangkaian data indeks saham global yang menjadi panduan tentang alokasi dana di pasar modal.

Melalui indeks MSCI, para manajer investasi serta investor institusional dapat mengukur kinerja pasar saham di berbagai negara maju maupun berkembang, sehingga peran indeks MSCI sangatlah vital dan mampu membuat IHSG anjlok pada Rabu (28/1/2026) siang. sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: