BMKG Bantah Operasi Modifikasi Cuaca Berbahaya!
BeritaNasional.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan untuk mencegah banjir merupakan upaya mitigasi bencana berbasis sains.
Hal ini disampaikan BMKG dalam merespons narasi di media sosial yang menyebut OMC merupakan bom waktu karena menjadi terbentuknya cold pool atau kolam dingin.
BMKG menjelaskan, cold pool merupakan fenomena meteorologi yang sepenuhnya alami.
Fenomena tersebut terjadi saat air hujan menguap di bawah awan badai, mendinginkan udara, dan menciptakan massa udara padat yang jatuh ke permukaan.
“Setiap kali terjadi hujan secara alam tanpa campur tangan manusia, cold pool pasti terbentuk secara alami,” kata BMKG dalam keterangan resminya, Sabtu (31/1/2026).
BMKG berujar, mengaitkan fenomena tersebut sebagai efek samping berbahaya dari OMC merupakan kekeliruan secara sains.
Sebab, teknik penyemaian awan dalam proses OMC tidak menumbuhkan awan baru dan hanya bekerja pada awan yang sudah ada di alam.
“Implementasi OMC bertujuan murni untuk mitigasi bencana dan perlindungan masyarakat dengan menambah atau mengurangi curah hujan, bukan pemicu cuaca tidak stabil,” ujar BMKG.
BMKG juga menegaskan bahwa apabila OMC berhasil mempercepat turunnya hujan, maka cold pool yang terbentuk akan identik secara fisik maupun kimiawi dengan cold pool dari hujan alami.
“Melalui modifikasi cuaca, manusia hanya memicu proses alami pada awan yang sudah jenuh, alih-alih membangun sistem pendingin atmosfer raksasa,” jelas BMKG.
Terkait narasi OMC memindahkan hujan ke wilayah tetangga, BMKG menjelaskan terdapat dua metode utama yang digunakan untuk melindungi wilayah strategis.
Metode pertama adalah Jumping Process Method, yaitu mendeteksi suplai awan dari laut dan menyemainya sebelum mencapai daratan agar hujan jatuh di perairan.
Metode kedua adalah Competition Method, yakni penyemaian sejak dini pada awan yang tumbuh di atas daratan untuk mengganggu pertumbuhannya agar tidak menjadi awan Cumulonimbus yang masif.
BMKG menegaskan langkah tersebut dilakukan untuk meluruhkan intensitas hujan, bukan memindahkannya ke wilayah pemukiman lain.

TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu







