Prakiraan Cuaca Jawa Barat 19-21 Juli 2026: Hujan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Daerah

Oleh: Harits Tryan
Minggu, 19 Juli 2026 | 15:00 WIB
Seorang berjalan sambil menggunakan payung saat hujan turun. (BeritaNasional/Oke Atmaja)
Seorang berjalan sambil menggunakan payung saat hujan turun. (BeritaNasional/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Barat memprakirakan sejumlah wilayah di Jawa Barat berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat selama periode 19-21 Juli 2026. Selain hujan, potensi angin kencang juga diperkirakan terjadi di beberapa daerah, terutama wilayah Sukabumi.

Berdasarkan informasi peringatan dini cuaca yang dirilis BMKG pada Minggu (19/7/2026), tidak ada wilayah di Jawa Barat yang diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem selama tiga hari ke depan.

Pada Minggu, 19 Juli 2026, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, dan Kota Banjar.

Di hari yang sama, potensi angin kencang diprakirakan melanda Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Sukabumi, serta Kota Sukabumi.

Sementara pada Senin, 20 Juli 2026, potensi hujan sedang hingga lebat diprakirakan meluas ke Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kota Banjar, dan Kabupaten Pangandaran.

Adapun pada Selasa, 21 Juli 2026, potensi hujan sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di Kabupaten Tasikmalaya. BMKG juga memprakirakan potensi angin kencang di Kabupaten Sukabumi.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati terhadap dampak cuaca, seperti genangan, banjir, tanah longsor di wilayah rawan, pohon tumbang, maupun gangguan aktivitas akibat angin kencang. Masyarakat juga diminta terus memantau informasi cuaca terbaru yang dikeluarkan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perubahan kondisi atmosfer.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: