Prabowo di Rakornas 2026: Kita Tak Ikut Pakta Militer Mana Pun, Harus Berdiri di Atas Kaki Sendiri

Oleh: Ahda Bayhaqi
Senin, 02 Februari 2026 | 13:55 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat berpidato di Rakornas 2026. (Foto/YouTube Setpres)
Presiden Prabowo Subianto saat berpidato di Rakornas 2026. (Foto/YouTube Setpres)

BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan arah kebijakan luar negeri Indonesia dalam Taklimat Presiden pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Senin (2/2/2026).

Di hadapan ribuan kepala daerah dan pejabat pusat, Presiden menekankan Indonesia akan tetap setia pada garis politik luar negeri bebas aktif tanpa bergabung dengan kekuatan militer mana pun.

Presiden menyatakan komitmennya untuk melanjutkan warisan pendahulu dalam menjaga posisi Indonesia di kancah internasional.

"Saya sebagai mandataris meneruskan warisan-warisan saya menjalankan politik luar negeri yang menganut tetap garis kita bebas aktif tapi nonalign kita tidak akan ikut pakta militer mana pun," ujar Prabowo pada Senin (2/2/2026) di hadapan para kepala daerah.

Ia kembali menegaskan prinsip diplomasi yang selama ini dipegangnya, yaitu menjalin persahabatan seluas mungkin tanpa menciptakan musuh baru. 

"Saya katakan, filosofi luar negeri saya seribu kawan terlalu banyak, satu lawan terlalu dikit," tambahnya.

Meski mengedepankan perdamaian, mantan menteri pertahanan ini memberikan peringatan keras mengenai konsekuensi dari pilihan menjadi negara nonblok. 

Menurut dia, kemandirian total adalah harga mati karena Indonesia tidak bisa bergantung pada bantuan luar negeri jika terjadi ancaman kedaulatan.

"Tapi, kita mengerti semua kalau kita sungguh-sungguh mau nonblok, mau tidak terlibat dalam pakta, mau bersahabat sama semua, berarti kita sendiri kalau kita diancam, kalau kita diserang, tidak akan ada yang bantu kita, percaya sama saya," tegasnya.

Presiden mengajak seluruh elemen bangsa untuk merujuk pada semangat Panglima Besar Jenderal Sudirman dalam membangun kekuatan nasional.

"Kita harus berdiri di atas kaki kita sendiri dan panglima besar kita pertama Sudirman kita harus percaya kepada kekuatan kita sendiri, kepada para pakar yang pandai dan pintar, yang punya banyak gelar, saya hormati mereka," kata Prabowo.

Dalam pidato yang penuh penekanan tersebut, Prabowo mengingatkan bahwa kondisi geopolitik global saat ini sangat keras dan tidak selalu berpihak pada nilai-nilai ideal.

"Dunia dalam keadaan nyata, bukan keadaan ideal. Saya selalu mengingatkan yang berlaku di dunia ini sekarang adalah yang kuat, akan berbuat apa yang mereka kehendaki. Yang lemah akan menderita. Itu yang kita lihat hari ini," tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa tugas beratnya sebagai presiden adalah menjaga rakyat di tengah gejolak dunia yang pragmatis.

"Kita tidak bisa emosional terlalu idealis karena yang berlaku adalah dunia nyata karena kita tidak mau perang kita harus siap untuk perang kita tidak niat mengancam siapa pun," jelasnya.

Presiden pun mengingatkan kekayaan sumber daya alam Indonesia selalu menjadi magnet bagi bangsa-bangsa besar sejak ratusan tahun lalu. 

Ia menyebut sejarah kedatangan bangsa Eropa hingga Asia ke Nusantara bukan sekadar kunjungan biasa.

"Mereka ke sini bukan untuk wisata mereka pertama datang mau datang karena bangsa kita baik, genetika kita ini baik kita suka dengan tamu semua suku kalau kedatangan tamu diterima dengan baik walaupun rakyat kita miskin diterima dengan baik kalau bisa kasih nasi pakai garam itu dikasih," tandasnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: