BPS: Jakarta Alami Deflasi 0,23 Persen pada Januari 2026

Oleh: Lydia Fransisca
Selasa, 03 Februari 2026 | 07:07 WIB
Atraksi 3 matra TNI di silang Monas pada HUT TNI ke 80. (BeritaNasional/Elvis Sendouw)
Atraksi 3 matra TNI di silang Monas pada HUT TNI ke 80. (BeritaNasional/Elvis Sendouw)

BeritaNasional.com -  Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat perekonomian Jakarta mengalami deflasi sebesar 0,23 persen pada Januari 2026 dibandingkan bulan sebelumnya.

Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto, mengatakan deflasi sebesar 0,23 persen pada Januari 2026 didominasi oleh penurunan indeks pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,57 persen, serta kelompok transportasi sebesar 0,69 persen.

Adapun komoditas penyumbang utama deflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau adalah cabai merah sebesar 0,09 persen, daging ayam ras 0,07 persen, bawang merah 0,06 persen, dan cabai rawit 0,04 persen. Sementara itu, pada kelompok transportasi, deflasi didominasi oleh andil bensin sebesar 0,05 persen.

Ia mengungkapkan komoditas yang mengalami inflasi sehingga mampu meredam laju deflasi Januari 2026 di antaranya emas perhiasan dengan andil 0,12 persen, serta kangkung, donat, bayam, dan kursus bahasa asing yang masing-masing memiliki andil 0,01 persen.

"Kelompok penyumbang inflasi lainnya pada Januari 2026 di antaranya perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan andil sebesar 0,12 persen," ujar Kadarmanto, dikutip Selasa (3/2/2026).

Ia menjelaskan angka inflasi tahunan pada Januari 2026 tercatat sebesar 3,96 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan tingkat inflasi pada bulan yang sama tahun 2025 sebesar 0,14 persen.

"Komoditas utama penyumbang inflasi yang memiliki andil tinggi pada inflasi tahunan terdapat pada empat kelompok, yakni perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,46 persen," tandasnya.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: