Polisi Pastikan Masih Selidiki Kasus Penganiayaan Pegawai Astro Hub Ampera

Oleh: Bachtiarudin Alam
Selasa, 03 Februari 2026 | 14:10 WIB
Ilustrasi aturan pidana. (Foto/freepik)
Ilustrasi aturan pidana. (Foto/freepik)

BeritaNasional.com - Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Putu Yuni Setiawan, memastikan kasus penganiayaan yang menimpa pegawai Astro Hub Ampera di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, masih dalam proses penyelidikan.

Kepastian itu disampaikan untuk menanggapi kabar adanya mediasi dari pihak terduga pelaku yang menyatakan kasus tersebut telah selesai. Namun, proses hukum tetap berjalan karena laporan tersebut bukan merupakan delik aduan.

“Jadi memang untuk yang di Pasar Minggu itu kejadiannya ada. Dari pihak sana (terduga pelaku) ada upaya untuk mediasi, tapi masih belum. Kami dari Polres tetap profesional,” kata Putu saat dikonfirmasi, Selasa (3/2/2026).

Kendati demikian, Putu menegaskan jalur mediasi tetap dimungkinkan dengan proses yang profesional. Mediasi nantinya harus bersifat saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.

“Kalau mediasi, yang penting mediasinya win-win. Kami tetap profesional karena itu bukan delik aduan, sehingga penanganannya tetap berjalan secara profesional,” ujarnya.

“Upaya itu ada, mereka masih berproses karena ada kerugian yang ditimbulkan. Mungkin masih dibicarakan oleh mereka, baik kerugian material maupun lainnya,” sambungnya.

Oleh sebab itu, Putu menambahkan, pihak Polres telah memfasilitasi upaya mediasi antara kedua belah pihak. Meski demikian, langkah penegakan hukum tetap dijalankan sesuai prosedur.

“Iya, kami fasilitasi, kami mediasi, silakan mereka. Tapi langkah profesional tetap berjalan,” katanya.

Sebelumnya, Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Anggiat Sinambela, membenarkan pihaknya telah mendatangi lokasi ruko Astro Hub Ampera yang diserang sekelompok massa.

“Kalau kejadian seperti yang terlihat di CCTV, mobil putih menabrak motor parkir karyawan. Terjadilah cekcok mulut, entah siapa yang memulai pemukulan,” kata Anggiat saat dikonfirmasi, Minggu (1/2/2026).

Meski begitu, Anggiat mengaku berdasarkan keterangan awal, saat cekcok terjadi, empat orang rekan pemobil putih sudah lebih dulu melerai. Namun, penyelidikan penyerangan masih menunggu korban membuat laporan.

“Belum. Kami sudah ke TKP (toko ritel). Kami berangkat dari laporan dulu,” terangnya.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: