Soal Pernyataan Prabowo tentang Eks Direksi BUMN Bakal Diusut Kejagung, KPK: Kita Jalan Bersama
BeritaNasional.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan respons terkait pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengancam akan menyeret mantan pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ke ranah hukum.
KPK meyakini langkah tegas presiden tersebut merupakan bagian dari visi besar penguatan pemberantasan korupsi di Indonesia.
Juru Bicara (Jubir) KPK Budi Prasetyo menegaskan tidak ada persaingan antarlembaga dalam menjalankan instruksi Presiden. Menurut dia, KPK, Kejaksaan Agung (Kejagung), dan Polri berada dalam satu barisan yang sama.
"Kami meyakini Presiden (Prabowo), seluruh jajaran pemerintah, dan juga aparat penegak hukum, baik KPK, Kejaksaan Agung, maupun kepolisian punya visi dan semangat yang sama dalam pemberantasan korupsi. Untuk saling memberikan dukungan, untuk saling menguatkan," ujar Budi kepada media di Gedung Merah Putih, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Budi menjelaskan bahwa koordinasi antaraparat penegak hukum (APH) sudah terjalin sangat baik dalam sejarah penanganan perkara di Indonesia.
Pernyataan Presiden yang menyebut Kejagung akan menangani dugaan penyimpangan di BUMN dipandang sebagai bentuk pembagian peran yang saling melengkapi.
"Ya ini dari beberapa histori penanganan perkara di KPK juga kita banyak dibantu, baik dari kepolisian maupun dari Kejaksaan. Pun sebaliknya, KPK juga banyak melakukan koordinasi dan supervisi terhadap proses-proses hukum dugaan tindak pidana korupsi yang berjalan di Kejaksaan Agung dan juga di kepolisian. Artinya, kita di sini jalan bersama," tandasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan peringatan keras bagi para pimpinan BUMN terdahulu dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Prabowo menyoroti pengelolaan aset negara yang selama ini terpecah-pecah di lebih dari seribu perusahaan, yang menurutnya hanya menjadi celah permainan oknum tertentu. Saat ini, pemerintah telah menghimpun aset tersebut ke dalam Sovereign Wealth Funds dengan nilai fantastis mencapai USD 1,04 triliun.
"Siapa yang bisa manage 1.000 perusahaan? Ini akal-akalan pimpinan-pimpinan BUMN terdahulu harus tanggung jawab siap-siap kau dipanggil kejaksaan," tegas Prabowo.
Presiden juga menjawab skeptisisme pihak-pihak yang menganggapnya hanya pandai berpidato tanpa aksi nyata. Dengan nada bicara yang mantap, Prabowo menyatakan komitmennya untuk menuntaskan kasus-kasus tersebut hingga ke pengadilan.
"Karena mereka ngejek Prabowo cuma bisa ngomong di podium. Oh ya? Tunggu aja di pengadilan saya hanya takut dengan rakyat Indonesia dan Tuhan yang Maha Besar," tandas Prabowo.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu






