Perkuat Daya Saing Industri Baja Nasional, Pemerintah Susun Langkah Strategis

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 04 Februari 2026 | 23:03 WIB
Wamenperin Faisol Riza rapat bersama DPR. (BeritaNasional/dok DPR)
Wamenperin Faisol Riza rapat bersama DPR. (BeritaNasional/dok DPR)

BeritaNasional.com -  Pemerintah berupaya memperkuat daya saing industri baja nasional di tengah banyaknya tantangan global dan domestik.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pun menyusun langkah strategis untuk mewujudkan hal tersebut.

Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza dalam rapat dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (4/2/2026) menegaskan, penguatan industri baja menjadi prioritas, karena sektor ini merupakan tulang punggung pembangunan nasional sekaligus fondasi bagi berbagai industri hilir.

Kemenperin bersama pelaku industri serta para pemangku kepentingan disebut rampung merumuskan berbagai langkah penyelamatan dan penguatan industri baja nasional secara komprehensif.

Upaya tersebut dimulai dari perlindungan industri dalam negeri terhadap praktik perdagangan tidak adil (unfair trade) melalui penerapan instrumen trade remedies, guna menekan masuknya produk impor yang merugikan produsen domestik.

Selain itu, pemerintah mendorong percepatan adopsi teknologi terkini yang lebih efisien dan ramah lingkungan di sektor baja. Menurut Faisol  modernisasi fasilitas produksi dinilai krusial untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus menekan biaya produksi yang selama ini relatif tinggi.

Kemenperin juga menekankan pentingnya penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib untuk produk baja hilir yang bersentuhan langsung dengan konsumen, sebagai langkah menjaga mutu dan melindungi pasar dalam negeri.

Di sisi hulu, peningkatan investasi pada sektor crude steel menjadi fokus agar kebutuhan bahan baku industri baja nasional dapat dipenuhi dari dalam negeri. Langkah ini menurutnya diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada impor sekaligus memperkuat struktur industri secara menyeluruh.

Pihaknya juga mendorong pengembangan baja hijau (green steel) sebagai bagian dari komitmen industri terhadap penurunan emisi karbon dan transisi menuju industri yang lebih berkelanjutan. (Antara)sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: