Keluarga Anak SD yang Bunuh Diri Dapat Bantuan Rp9 Juta dan Jaminan Pendidikan di Sekolah Rakyat

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 05 Februari 2026 | 20:05 WIB
Ibu YBR (kiri tengah) dan nenek YBR (kiri) bersama jajaran Polres Ngada, NTT. (BeritaNasional/Humas Polres Ngada)
Ibu YBR (kiri tengah) dan nenek YBR (kiri) bersama jajaran Polres Ngada, NTT. (BeritaNasional/Humas Polres Ngada)

BeritaNasional.com - Dalam kasus anak SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) inisial YBR (10) yang nekat mengakhiri hidupnya akibat persoalan ekonomi keluarga, Menteri Sosial (Mensos) Syaifullah Yusuf menceritakan bahwa korban diketahui tinggal bersama kakek dan neneknya, sementara ibunya yang merupakan orang tua tunggal bekerja sebagai petani dan buruh serabutan untuk menghidupi lima orang anak. Dan pada saat kejadian, korban disebut sedang berada di rumah ibunya.

Menurut pria yang akrab disapa Gus Ipul ini, kondisi tersebut menunjukkan masih adanya celah dalam mekanisme pemutakhiran data perlindungan sosial di daerah, terutama bagi anak-anak yang berpindah tempat tinggal dan berada di luar satuan keluarga penerima bantuan.

"Sebagai tindak lanjut, Kemensos juga telah menyalurkan bantuan kepada keluarga korban dengan total nilai Rp9 juta, yang terdiri atas santunan sosial Rp5 juta, bantuan sembako dan nutrisi Rp1,5 juta, serta bantuan sandang Rp2,5 juta," kata Mensos di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Kemensos juga memastikan keberlanjutan pendidikan bagi saudara korban melalui program perlindungan sosial yang relevan, salah satunya Sekolah Rakyat bagi empat saudara YBR.

"Peristiwa di Ngada tersebut menegaskan pentingnya penguatan pendataan terpadu dan perluasan jangkauan program perlindungan anak, khususnya di daerah dengan tingkat kerentanan sosial ekonomi seperti Nusa Tenggara Timur, dan juga di daerah-daerah lainnya," tandas Mensos.

Diketahui pula bahwa siswa SD yang nekat gantung diri itu terdaftar dalam penerima beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) dan kakek neneknya juga terdaftar sebagai penerima bantuan sosial (bansos) reguler Kemensos. Namun, bantuan sempat terhenti dan tidak diterima oleh ibu korban.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: