Mensos Sebut Anak SD yang Bunuh Diri di NTT Terdaftar PIP dan Bansos, Tapi Sempat Terputus
BeritaNasional.com - Menyikapi kasus anak SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang nekat mengakhiri hidupnya akibat persoalan ekonomi keluarga, Kementerian Sosial (Kemensos) telah mengirimkan tim asesmen ke Kabupaten Ngada untuk mendalami kondisi keluarga korban dan memverifikasi status sosial ekonomi yang bersangkutan.
Ia pun mengonfirmasi bahwa korban tercatat sebagai penerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP), sementara kakek dan nenek korban tercatat sebagai penerima bantuan sosial (bansos) reguler Kemensos. Namun, bantuan tersebut diketahui sempat terputus dan tidak diterima langsung oleh ibu korban.
"Saya tidak tahu mengapa sempat terputus," kata pria yang akrab disapa Gus Ipul di Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Gus Ipul pun menceritakan bahwa korban diketahui tinggal bersama kakek dan neneknya, sementara ibunya yang merupakan orang tua tunggal bekerja sebagai petani dan buruh serabutan untuk menghidupi lima orang anak. Dan pada saat kejadian, korban disebut sedang berada di rumah ibunya.
Menurut Mensos, kondisi tersebut menunjukkan masih adanya celah dalam mekanisme pemutakhiran data perlindungan sosial di daerah, terutama bagi anak-anak yang berpindah tempat tinggal dan berada di luar satuan keluarga penerima bantuan.
Sebagai tindak lanjut, Kemensos juga telah menyalurkan bantuan kepada keluarga korban dengan total nilai Rp9 juta, yang terdiri atas santunan sosial Rp5 juta, bantuan sembako dan nutrisi Rp1,5 juta, serta bantuan sandang Rp2,5 juta.
Kemensos juga memastikan keberlanjutan pendidikan bagi saudara korban melalui program perlindungan sosial yang relevan, salah satunya Sekolah Rakyat.
"Peristiwa di Ngada tersebut menegaskan pentingnya penguatan pendataan terpadu dan perluasan jangkauan program perlindungan anak, khususnya di daerah dengan tingkat kerentanan sosial ekonomi seperti Nusa Tenggara Timur, dan juga di daerah-daerah lainnya," tandas Mensos.
Sumber: Antara
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu






