Jadi Badan Otonom Bulog Kelola 9 Bahan Pokok
BeritaNasional.com - Perum Bulog nantinya akan mengelola sembilan bahan pokok saat berstatus badan otonom. Perubahan status tersebut untuk memperkuat stabilisasi pasokan, keterjangkauan harga, dan ketahanan pangan nasional.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan pengelolaan tidak hanya mencakup beras dan jagung, tetapi juga komoditas pangan lain, seperti minyak goreng, gula, telur, susu, kedelai, serta bahan pokok penting lainnya.
"Jadi, Bulog ke depan bisa mengelola dan mengendalikan sembilan bahan pokok. Bukan hanya beras dan jagung, tapi nanti ada minyak, gula, telur, sampai dengan susu, bahkan kedelai dan lain sebagainya," katanya, kemarin.
Saat ini Bulog masih fokus pada pengelolaan beras dan jagung sebagai komoditas utama, seiring tugas perusahaan sebagai lembaga logistik milik negara yang bertanggung jawab menjaga ketersediaan pangan.
"Jadi, Bulog adalah lembaga ataupun BUMN yang dimiliki oleh negara yang bertugas untuk bertanggung jawab ketersediaan logistik. Yang mana untuk sementara saat ini kita fokus di beras dan jagung," ujarnya.
Rencana perluasan peran Bulog sejalan dengan konsep yang dibahas pemerintah bersama Komisi IV DPR RI, yang mendorong penguatan peran lembaga tersebut dalam pengelolaan logistik pangan nasional.
Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto juga mengharapkan agar Bulog berkembang menjadi lembaga yang lebih besar dan berperan luas dalam stabilisasi pangan.
Rizal juga menginginkan dapat membawa Bulog seperti yang pernah dijalankan pada masa kepemimpinan Bulog era sebelumnya yang mengelola berbagai komoditas strategis.
"Bapak Presiden Republik Indonesia berharap Bulog ke depan menjadi lebih besar. Diharapkannya seperti dulu, zamannya Pak Bustanil Arifin (mantan Kepala Bulog pada era Orde Baru, dari tahun 1973 hingga 1993)," beber Rizal.
Lebih lanjut, saat ini proses penguatan peran Bulog tersebut masih dalam tahap pembahasan di Komisi IV DPR RI yang membidangi urusan di bidang pertanian, lingkungan hidup dan kehutanan, serta kelautan dan perikanan.
Ia berharap rencana menjadikan Bulog sebagai badan otonom dengan kewenangan mengelola sembilan bahan pokok dapat terwujud pada 2026, sehingga peran stabilisasi pangan nasional semakin kuat dan efektif.
"Saat ini sedang digodok oleh Ibu (Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto). Mudah-mudahan di tahun 2026 ini bisa terwujud," tukasnya. (Antara)

GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







