Ketua Dewan Pers: Media Mainstream Tetap Jadi ‘Air Bersih’ di Era Informasi Banjir

Oleh: Panji Septo R
Minggu, 08 Februari 2026 | 15:17 WIB
Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat. (Foto/tangkapan layar)
Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat. (Foto/tangkapan layar)

BeritaNasional.com - Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, menegaskan media arus utama tetap menjadi rujukan masyarakat di tengah banjir informasi era digital.

Dalam Konvensi Nasional Media Massa HPN 2026, Komaruddin memaparkan analogi disrupsi digital sebagai banjir besar yang membawa lumpur sekaligus menyuburkan tanah.

“Disrupsi ini ibarat banjir; ketika hujan lebat, lumpur kemana-mana dan sawah-sawah rusak," ujar Komaruddin di Serang, Banten, Minggu (8/2/2026). “Masyarakat merasa bingung, tapi sesungguhnya ketika banjir datang, banyak tanah menjadi subur.”

Ia menegaskan masyarakat tetap membutuhkan sumber yang jernih di tengah kekacauan informasi.

“Ketika terjadi banjir dengan banyak lumpur, satu hal yang dicari masyarakat adalah air bersih. Begitu pula dengan media massa di era disrupsi,” ucapnya.

Komaruddin menyebut konten toksik membuat sebagian masyarakat terjebak arus informasi buruk. Namun, publik pada akhirnya akan kembali mencari referensi tepercaya.

“Kadang-kadang kita merasa bingung karena sebagian masyarakat terjebak dalam arus informasi toksik, sulit keluar, bahkan menyukainya hingga kecanduan. Tapi pada akhirnya orang mencari sumber air bersih, sumber berita yang terpercaya,” katanya.

Ia menegaskan fungsi media arus utama tetap krusial sebagai lembaga penyulingan informasi.

“Bagaimana menemukan dan mengemas ulang informasi sehingga air bersih dapat ditawarkan kepada masyarakat—itulah fungsinya,” ujarnya.

Komaruddin optimistis masyarakat pada akhirnya akan jenuh terhadap berita-berita toksik.

“Suatu saat masyarakat akan mengalami kejenuhan terhadap informasi yang toksik,” tegasnya.

“Dengan demikian, saya berharap Konvensi kali ini menjadi momentum untuk konsolidasi dan revitalisasi, agar kita dapat melangkah ke depan dengan berpikir optimis dan kreatif dalam mengatasi situasi ini,” tutupnya.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: