Mensos Ungkap 54 Juta Kelompok Rentan Belum Terima PBI Jaminan Kesehatan

Oleh: Panji Septo R
Senin, 09 Februari 2026 | 11:13 WIB
Mensos Saifullah Yusuf alias Gus Ipul rapat bersama DPR (BeritaNasional/BeritaNasional TV)
Mensos Saifullah Yusuf alias Gus Ipul rapat bersama DPR (BeritaNasional/BeritaNasional TV)

BeritaNasional.com -  Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memaparkan temuan besar terkait ketidaktepatan sasaran dalam program Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan (JK)

Masih terdapat puluhan juta warga miskin yang belum terjangkau skema PBI JK, sementara jutaan warga mampu justru tercatat sebagai penerima.

Gus Ipul menyampaikan temuan awal berdasarkan pendataan nasional. Ia menegaskan sebagian besar kelompok paling rentan belum masuk daftar.

“Berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), masih ada penduduk desil 1 dan 5 (kelompok rentan) yang belum menerima PBI JK," ujar Gus Ipul di komplels parlemen Senayan Jakarta, Senin (9/2/2026).

"Sementara sebagian desil 6 sampai 10 masih tercatat sebagai penerima. Desil 1 sampai 5 yang belum menerima PBI cukup besar yaitu sebesar 54 juta jiwa lebih," imbuhnya.

Sementara itu, Gus Ipul mengungkap desil 6-10 dan non-desil, mencapai 15 juta lebih orang yang memperlihatkan lebih banyak pihak rentan menunggu antrean.

Gus Ipul menjelaskan data itu merupakan hasil evaluasi sepanjang 2025. Karena itu, penyaluran bantuan kini diarahkan berbasis desil sebagai pijakan teknis. Ia mengungkap keterbatasan proses verifikasi lapangan. 

“Kita masih perlu melakukan cross-check lebih luas lagi, karena di tahun 2025 itu kami hanya mampu meng-cross-check hanya 12 juta KK lebih, padahal seharusnya lebih dari 35 juta KK,” ujarnya.

Kerja sama dengan pemerintah daerah, menurutnya menjadi langkah percepatan verifikasi serta validasi.

“Maka itulah kita kemudian kerja sama dengan daerah untuk melakukan verifikasi dan validasi cepat. Tetapi saya rasa itu masih belum cukup, dan seharusnya harus ada lagi suatu upaya yang lebih nyata sehingga data kita makin tahun makin akurat,” jelasnya.

Ia menjelaskan pengalihan penerima berlangsung bertahap sejak Mei 2025 sampai Januari 2026 sehingga tingkat inclusion error serta exclusion error turun signifikan. 

“Jadi alhamdulillah sebenarnya kalau kita berpedoman pada desil, error-nya semakin kecil. Masih ada yang di atas desil 5 dan desil belum di-ranking karena hasil reaktivasi termasuk 6.000 penderita penyakit katastropik dan bayi baru lahir yang seharusnya di-cover oleh PBI JK,” tuturnya.

 sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: