Stok Obat Habis, Layanan Medis Gaza Hampir Lumpuh

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 09 Februari 2026 | 21:39 WIB
TNI siapkan 20 Ribu prajurit khusus kesehatan dan konstruksi untuk dikirim ke Gaza. (Foto/Puspen TNI)
TNI siapkan 20 Ribu prajurit khusus kesehatan dan konstruksi untuk dikirim ke Gaza. (Foto/Puspen TNI)

BeritaNasional.com - Kondisi ribuan pasien dan korban luka di Jalur Gaza kian tidak menentu seiring runtuhnya sistem layanan kesehatan akibat agresi Israel.

Rumah sakit yang masih beroperasi kini kewalahan dan berubah menjadi tempat penampungan pasien tanpa kepastian penanganan medis.

Sumber medis setempat menyebut, sistem kesehatan di Gaza praktis lumpuh. Bertahannya layanan medis yang tersisa bahkan dinilai sebagai sebuah keajaiban, mengingat kerusakan infrastruktur yang parah dan minimnya upaya pemulihan fasilitas kesehatan.

Krisis ini telah mencapai tahap kritis. Pasokan obat-obatan, termasuk pereda nyeri bagi pasien dalam kondisi sekarat, nyaris tidak tersedia. Stok bahan laboratorium dan bank darah hampir habis, sementara lebih dari separuh alat medis serta obat-obatan esensial sudah tidak dapat diakses.

Sejumlah layanan vital seperti perawatan kanker, hematologi, bedah, ruang operasi, perawatan intensif, hingga layanan kesehatan primer menjadi sektor yang paling terdampak. Sementara itu, obat-obatan yang berhasil masuk ke Gaza jumlahnya sangat terbatas dan jauh dari kebutuhan nyata di lapangan.

"Menyelamatkan kondisi kesehatan di rumah sakit Gaza tidak bisa dilakukan lewat solusi darurat sementara yang justru membuat konsekuensi serius terus bertambah," ujar sumber medis setempat.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: