Ketua Baleg Semprot Ketua Dewas BPKH: Lebih Cocok Jadi Eksekutif

Oleh: Panji Septo R
Kamis, 12 Februari 2026 | 14:25 WIB
Ketua Baleg DPR Bob Hasan sindir Ketua Dewan Pengawas BPKH Firmansyah N Nazaroedin di Rapat Baleg DPR. (BeritaNasional/YouTube TVR Parlemen)
Ketua Baleg DPR Bob Hasan sindir Ketua Dewan Pengawas BPKH Firmansyah N Nazaroedin di Rapat Baleg DPR. (BeritaNasional/YouTube TVR Parlemen)

BeritaNasional.com - Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Bob Hasan menyemprot Ketua Dewan Pengawas Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Firmansyah N Nazaroedin dalam rapat dengar pendapat di Baleg DPR.

Bob Hasan menilai pemaparan Dewas BPKH terlalu banyak masuk pada aspek-aspek teknis yang seharusnya menjadi domain eksekutif, bukan pengawasan.

“Kalau Dewas itu kan singkatannya dewan pengawas ya Pak, tapi kalau dari pemaparan Bapak itu lebih kepada teknik operasional BPKH,” ujar Bob Hasan di kompleks, parlemen, Senayan (12/2/2026).

Ia menilai tingkat pengawasan yang dipaparkan tidak mencerminkan mandat Dewan Pengawas sebagaimana diatur dalam UU 34/2014.

Bob menegaskan terdapat ketidakseimbangan antara beban pasal dan tugas Dewas yang lebih banyak dibanding badan pelaksana, namun justru fungsi pengawasannya dinilai tidak tampak.

“Tingkat teknik pengawasan ini saya melihat kurang. Dan sebenarnya dalam beberapa pendekatan kuantitatif di undang-undang existing itu Dewan Pengawas ini pasalnya jauh lebih banyak daripada Badan Pelaksana. Maka ini akan menjadi perhatian Pak,” kata Bob.

Menurutnya, prinsip kehati-hatian (prudent) memang penting, tetapi batas antara fungsi eksekutif dan non-eksekutif tidak boleh kabur.

“Betul Pak, prudent itu diperlukan di setiap institusi, itulah fungsi adanya pengawasan. Tetapi sekali lagi, kalau yang menjadi kewajiban bagi para eksekutif masuk di dalamnya adalah bagian-bagian Dewas tadi yang non-eksekutif, non-operasional, ini saya khawatir malah justru tingkat pengawasannya menjadi jauh dan kurang,” tegasnya.

Bob menyatakan kecemasannya melihat kecenderungan Dewas masuk terlalu dalam pada urusan teknis.

“Saya khawatir seperti itu, ya. Tapi nanti kita akan lihat. Tapi pemaparan Bapak tadi kecenderungannya lebih kepada teknik operasional: bisnisnya siapa, pengelolaannya bagaimana,” ujarnya.

“Jadi Bapak yang di Dewas ini saya lihat lebih cocok juga jadi eksekutif. Kalau perlu ada Dewas lagi, tapi yang baru,” sindir Bob.

 

 

 sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: