Prabowo Sebut Pihak yang Ejek Program MBG Punya Dendam dan Dengki

Oleh: Ahda Bayhaqi
Jumat, 13 Februari 2026 | 11:52 WIB
Presiden Prabowo Subianto (dua dari kiri) saat peresmian SPPG Polri. (Foto/YouTube Setpres).
Presiden Prabowo Subianto (dua dari kiri) saat peresmian SPPG Polri. (Foto/YouTube Setpres).

BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto mengatakan, saat program Makan Bergizi Gratis (MBG) diluncurkan, banyak pihak yang mengejek. Bahkan, yang mengejek adalah profesor.

Kepala Negara ini mengatakan, saat diluncurkan, MBG diprediksi gagal dan hanya menghamburkan uang.

"Waktu saya meluncurkan program ini, saya diejek, saya dijelek-jelekkan, saya dituduh macam-macam. Saya juga tidak mengerti, bahkan yang banyak mengejek adalah orang-orang yang terdidik. Profesor-profesor terkenal mengejek dan menghina saya. Dan, mereka meramalkan proyek ini pasti gagal. Program ini menghambur-hamburkan uang," kata Prabowo saat peresmian 1.179 SPPG dan 18 gudang ketahanan pangan Polri secara serentak di Polsek Palmerah, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Prabowo menduga pihak-pihak yang mengejek program MBG adalah orang-orang yang memiliki dendam dan dengki. Ia mengaku sedih banyak pihak yang mengejek program MBG.

"Operasi ini, kampanye ini, menjelek-jelekkan presiden yang dipilih langsung oleh rakyat. Mungkin sebagai ungkapan dendam dan dengki, mungkin adalah biasa. Tapi, sesuatu yang menyerang hal yang sangat diperlukan oleh orang-orang yang belum kuat ekonominya, sungguh-sungguh menyedihkan bagi saya," ujarnya.

Namun, Prabowo tidak gentar dengan hinaan tersebut. Ia terus menjalankan MBG demi memberikan anak-anak makan gratis agar tidak mengalami kekurangan gizi.

"Tapi, saya yakin waktu itu saya berada di atas jalan yang benar. Saya yakin bahwa tujuan kita benar dan baik. Terlalu banyak anak-anak Indonesia mengalami stunting," ujarnya.

Menurut Prabowo, stunting harus diselesaikan dengan program kebijakan pemerintah secara langsung. Maka ia belajar dari negara-negara, khususnya yang telah menjalankan makan gratis.

"Akhirnya, saya belajar dari pengalaman bangsa-bangsa lain, bahwa memang satu-satunya jalan adalah intervensi langsung dari pemerintah, langsung kepada anak-anak, ibu-ibu hamil, dan orang tua yang tidak berdaya, orang tua lansia," kata Prabowo.

"Ini sudah dilaksanakan oleh lebih dari 77 negara. Saya ulangi, mungkin lebih dari 75, kita mungkin negara yang ke-76 atau ke-77," sambungnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: