Prabowo Sebut MBG Picu Kebangkitan Ekonomi, Konsumsi Rumah Tangga Naik Tajam

Oleh: Ahda Bayhaqi
Jumat, 13 Februari 2026 | 14:02 WIB
Presiden Prabowo Subianto (tiga dari kiri) sedang berdoa. (Foto/BPMI)
Presiden Prabowo Subianto (tiga dari kiri) sedang berdoa. (Foto/BPMI)

BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar program sosial, melainkan motor penggerak ekonomi rakyat.

Hal ini disampaikan ketua umum Gerindra tersebut saat meresmikan 1.179 Satuan Pelayanan Pangan Gizi (SPPG) dan 18 gudang ketahanan pangan Polri secara serentak di Polsek Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).

Prabowo mengungkapkan kehadiran SPPG di berbagai daerah telah menjamin penyerapan hasil panen petani lokal secara masif.

"Kita lihat tiap hari satu SPPG butuh sayur, butuh telur, butuh ayam, butuh daging, dan sebagainya. Ini menghidupkan petani-petani kecil, mereka sekarang yakin punya penghasilan. Dulu mereka panen tidak tahu siapa yang beli, sekarang dijamin produksi mereka diserap," ujar Prabowo.

Bahkan, presiden mendapatkan laporan bahwa saat ini para petani tidak lagi kesulitan mencari pembeli. 

"Saya dapat laporan sekarang saingan, produksi sayur sekarang petani sayur enggak usah susah-susah, kadang-kadang di ladangnya sudah dibeli, saudara-saudara," tambahnya.

Efek domino dari program ini juga dirasakan oleh para pengusaha. Prabowo menceritakan laporannya dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) terkait tren ekonomi di awal tahun 2026 yang di luar dugaan.

"Saya ketemu pengusaha-pengusaha APINDO, mereka lapor ke saya, 'Pak, belum pernah Pak, udah lama sekali belum pernah bulan Januari konsumsi rumah tangga di Indonesia naik sangat tinggi. Dan ini menurut mereka, ini karena MBG'," ungkap Prabowo menirukan laporan tersebut.

Selain meningkatkan konsumsi, program ini diklaim efektif menekan angka kemiskinan dan mempersempit jurang kesenjangan sosial.

"Mereka lihat gini ratio-nya berkurang. Lapangan kerja dibentuk, satu dapur satu SPPG 50 orang bekerja. Yang tadinya tidak punya penghasilan, mereka bekerja. Mereka bisa bantu suami, mereka bisa bantu anaknya," jelasnya.

Menanggapi berbagai serangan dan keraguan terhadap program ini, Presiden meminta Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana untuk tetap tegar. Baginya, kritik adalah tanda bahwa program ini memiliki pengaruh besar.

"Saudara-saudara, kalau kau diserang, kau difitnah, berarti kau diperhitungkan. Itu ilmu sejarah yang saya dapat. Orang yang enggak diserang, orang yang enggak dihuhujat, orang yang enggak difitnah, memang dia enggak diperhitungkan. Euweuh pengaruhna (tidak ada pengaruhnya)," kelakarnya yang disambut tawa hadirin.

Presiden menegaskan bahwa kebijakan ini diambil dengan landasan ilmiah dan niat yang tulus untuk rakyat.

"Pendekatan kita rasional, logika, ilmiah, saintifik, dan hati bersih, niat baik. Iya kan. Kita niat baik, kita ingin menghilangkan kemiskinan, kita ingin menghilangkan kelaparan," tegas Prabowo.

"Kita sudah lihat sekarang awal dari kebangkitan kita. Kita berada di jalan yang benar. Ya ekonomi kita adalah ekonomi pendiri-pendiri bangsa kita, ekonomi kita adalah ekonomi Undang-Undang Dasar '45. Kita akan mencapai keberhasilan dan kita akan bikin kejutan dan kita akan mengecewakan semua orang yang ingin Indonesia tetap miskin!" tandasnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: