Satgas Damai Cartenz Identifikasi 2 Pelaku Penembakan Pilot Smart Air di Papua Selatan

Oleh: Bachtiarudin Alam
Selasa, 17 Februari 2026 | 09:42 WIB
Petugas gabungan melakukan olah TKP di di Bandara Koroway Batu, Distrik Yaniruma, Papua Selatan. (Foto/Istimewa)
Petugas gabungan melakukan olah TKP di di Bandara Koroway Batu, Distrik Yaniruma, Papua Selatan. (Foto/Istimewa)

BeritaNasional.com - Satgas Damai Cartenz masih terus mengusut kasus penembakan yang telah menewaskan dua korban yakni Pilot dan Kopilot, pesawat Smart Air PK-SNR di Bandara Perintis Karowai Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.

Kasatgas Humas Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo menjelaskan, hasil penyelidikan bersama Sat Brimob Polda Papua, jajaran Reskrim, serta Polres Yahukimo didapat 20 orang diduga terlibat dengan dua telah teridentifikasi.

“Dari sekitar 20 orang yang diduga terlibat dalam penembakan terhadap awak pesawat perintis Smart Air pada (11/2/2026), dua orang telah berhasil diidentifikasi dan saat ini masih dalam proses pendalaman lebih lanjut,” ucap Yusuf dalam keterangan, dikutip Selasa (17/2/2026).

Temuan itu, lanjut Yusuf, juga didukung dari keterangan saksi dari para penumpang yang berhasil selamat. Bahwa, para pelaku menyerang pesawat kala itu dengan berbagai senjata dari senjata api sampai senjata tajam.

“Diperkirakan terdapat tiga hingga empat senjata api laras panjang yang digunakan pelaku, sementara lainnya membawa senjata tajam seperti tombak, panah, dan parang. Jenis dan asal senjata api masih dalam proses identifikasi,” tuturnya.

Sedangkan berdasarkan data yang telah dikumpulkan dari beberapa aksi teror KKB di wilayah Yahukimo yang berbatasan dengan Boven Digoel diperkirakan kelompok KKB berjumlah 200 orang tersebar dalam kelompok kecil. 

“Sejak Januari hingga pekan lalu, tercatat 23 kasus kekerasan yang diduga dilakukan kelompok tersebut, dengan pola aksi yang dinilai bertujuan menunjukkan eksistensi dan menarik perhatian,” jelasnya.

Selama dua hari terakhir, diamankan empat orang diduga melakukan tindakan kekerasan di wilayah Kabupaten Yahukimo. Dua di antaranya dipastikan terlibat penganiayaan terhadap personel Brimob pada tahun 2022 serta aksi pembakaran ruko di Yahukimo, Sabtu (14/2/2026).

“Masing-masing berinisial GW dan EH diamankan pada hari yang sama. Sementara dua lainnya masih dalam proses pemeriksaan dan pendalaman,” terangnya.

Dipastikan Bukan Sipil

Dalam kesempatan ini, Yusuf juga menanggapi narasi yang menyebut para pelaku sebagai warga sipil biasa. Dia memastikan setiap penindakan dilakukan berdasarkan alat bukti, keterangan saksi, serta data yang telah diverifikasi.

Karena berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan, diduga kuat pelaku teror termasuk penembakan pesawat Smart Air PK-SNR didalangi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dari Yahukimo yakni Batalyon Kanibal dan Semut Merah.

“Yang kami amankan adalah pihak-pihak yang teridentifikasi berdasarkan bukti. Klaim bahwa mereka warga sipil biasa adalah narasi yang tidak berdasar. Faktanya, korban dari aksi kekerasan ini justru masyarakat sipil,” jelas Yusuf.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: