Tim Rukyat Tak Melihat Hilal di 45 Titik, PBNU Tetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah Kamis 19 Februari 2026

Oleh: Bachtiarudin Alam
Selasa, 17 Februari 2026 | 20:19 WIB
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (tengah) saat mengumumkan penetapan 1 Ramadan 1447 Hijriah. (Foto/YouTube NU Online)
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (tengah) saat mengumumkan penetapan 1 Ramadan 1447 Hijriah. (Foto/YouTube NU Online)

BeritaNasional.com - Pengurus Besar (PN) Nahdlatul Ulama (NU) telah menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Penetapan itu didasari hasil Tim Rukyatul Hilal NU yang tidak melihat hilal hari ini, Selasa (17/2/2026).

“Awal Ramadan atau tanggal 1 Ramadan 1447 H jatuh pada hari Kamis Pahing tanggal 19 Februari 2026,” kata Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf saat konferensi pers lewat YouTube TVNU pada Selasa (17/2/2026).

Gus Yahya menjelaskan alasan penetapan itu karena hilal tidak terlihat berdasarkan laporan dari Tim Rukyatul Hilal yang telah berkoordinasi dengan Lembaga Falakiyah PBNU di 45 titik di seluruh Indonesia.

“Semuanya menyatakan tidak melihat hilal pada saat magrib hari ini. Yaitu hari Selasa, 17 Februari 2026,” jelasnya.

Dengan begitu, lanjut Gus Yahya, sesuai dengan perhitungan hisab sebelumnya bahwa di seluruh wilayah Indonesia ini posisi bulan masih berada di bawah ufuk sehingga tidak mungkin hilal dapat terlihat pada saat magrib hari ini.

“Oleh karena itu berdasarkan prinsip 4 mazab syariah, yaitu mazhab Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hambali yang menetapkan awal bulan berdasarkan penglihatan atas hilal didasarkan atas melihat hilal secara langsung,” jelasnya 

“Berarti bahwa bulan Syaban tahun ini dihitung istikmal, yaitu disempurnakan menjadi 30 hari sampai dengan besok, Rabu,” tandasnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: