PBNU Tetapkan 1 Ramadan Jatuh pada Kamis 19 Februari 2026 Berdasarkan Prinsip 4 Mazhab

Oleh: Bachtiarudin Alam
Selasa, 17 Februari 2026 | 20:33 WIB
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. (Beritanasional.com/Oke Atmaja)
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. (Beritanasional.com/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com -  Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh Kamis (19/2/2026) berdasarkan prinsip penentuan awal bulan dari empat mazhab.

Dalam menetapkan awal Ramadan, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menekankan penggunaan landasan hukum Islam yang kuat. 

Pria yang akrab disapa Gus Yahya itu menegaskan keputusan ini merujuk pada kesepakatan empat mazhab besar dalam Islam, yaitu Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hambali, yang mensyaratkan terlihatnya hilal secara langsung sebagai penentu pergantian bulan.

"Karena itu, berdasarkan prinsip empat mahzab syariah, yaitu mazhab Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hambali yang menetapkan awal bulan berdasarkan penglihatan atas hilal didasarkan atas melihat hilal secara langsung berarti bahwa bulan Syaban tahun ini dihitung istikmal yaitu disempurnakan menjadi 30 hari sampai dengan besok hari Rabu," terang Gus Yahya.

Diketahui, keputusan ini diambil setelah Tim Rukyatul Hilal PBNU di seluruh Indonesia melaporkan tidak berhasil melihat hilal pada Selasa (17/2/2026) petang.

Gus Yahya menyampaikan pengumuman tersebut melalui konferensi pers daring di kanal YouTube NU Online. Ia menjelaskan bahwa seluruh laporan dari berbagai titik pemantauan menunjukkan hasil yang seragam.

"Telah lengkap masuk laporan dari Tim Rukyatul Hilal yang telah dikoordinasikan oleh Lembaga Falakiyah PBNU di 45 titik di seluruh Indonesia dan semuanya menyatakan tidak melihat hilal pada saat magrib hari ini. Yaitu hari Selasa, 17 Februari 2026," ujar Gus Yahya.

Gus Yahya menambahkan bahwa hasil rukyatul hilal (pemantauan langsung) ini sejalan dengan perhitungan hisab yang telah dilakukan sebelumnya. Secara astronomis, posisi bulan memang masih berada di bawah ufuk saat matahari terbenam, sehingga mustahil untuk teramati.

"Ini sesuai dengan perhitungan hisab sebelumnya bahwa di seluruh wilayah Indonesia ini posisi bulan masih berada di bawah ufuk sehingga tidak mungkin hilal dapat terlihat pada saat magrib hari ini," jelasnya.

Dengan digenapkannya (istikmal) bulan Syakban menjadi 30 hari, maka secara otomatis awal Ramadan jatuh pada lusa.

"Dan berarti bahwa awal Ramadan atau tanggal 1 Ramadan 1447 H jatuh pada hari Kamis Pahing tanggal 19 Februari 2026," tandasnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: