Utang Indonesia Tembus Rp9.637 Triliun, Menkeu Pastikan Tetap Terkendali

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 18 Februari 2026 | 21:36 WIB
Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pers usai Rapat Paripurna DPR RI ke-5. (BeritaNasional/Elvis Sendouw)
Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pers usai Rapat Paripurna DPR RI ke-5. (BeritaNasional/Elvis Sendouw)

BeritaNasional.com - Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan posisi utang pemerintah masih terkendali meski nilainya terus bertambah.

Hingga 31 Desember 2025, total utang tercatat Rp9.637,90 triliun atau setara 40,46 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Usai Rapat Koordinasi dan Evaluasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera di Jakarta, Rabu, (18/2/2026) ia membandingkan rasio utang Indonesia dengan sejumlah negara di kawasan. Malaysia berada di kisaran 64 persen PDB, Thailand sekitar 63,5 persen, sedangkan Singapura jauh lebih tinggi, yakni 165–170 persen PDB.

"Dengan standar itu, kita masih aman," kata Purbaya.

Ia menekankan, pemerintah tetap menjaga defisit anggaran di bawah 3 persen PDB. Ruang defisit yang tersedia dimanfaatkan untuk mempercepat pemulihan dan membalikkan arah ekonomi.

"Jadi strategi kita adalah memaksimalkan defisit yang ada untuk memastikan ekonomi berbalik arah. Dan memastikan ekonomi berbalik arah kan. Itu sebetulnya strategi yang amat smart. Kita enggak lewatin 3 persen, ekspansi fiskal, kasih stimulus ke ekonomi, ekonominya balik," tuturnya.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi cara menjaga momentum pertumbuhan tanpa mengorbankan disiplin fiskal. Pemerintah juga berhati-hati agar kebijakan yang diambil tidak justru menekan daya beli masyarakat dan memperlambat pemulihan.

Sepanjang 2025, defisit APBN tercatat Rp695,1 triliun atau 2,92 persen terhadap PDB.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: