Prajurit Elite Korpasgat Dikerahkan ke Bandara Koroway Batu, Imbas Penembakan Pilot Smart Air
BeritaNasional.com - Prajurit elite dari TNI Angkatan Udara (AU) Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) turut mempertebal pengamanan di bandara perintis Koroway Batu, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Senin (16/2/2026).
Pengerahan prajurit ini dipimpin langsung Panglima Komando Daerah Udara (Pangkodau) III Marsda TNI Dr. Azhar Aditama didampingi Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Bambang Trisnohadi.
“Kunjungan tersebut merupakan bagian dari langkah penguatan unsur Korps Pasukan Gerak Cepat guna memulihkan konektivitas udara atau jembatan udara di wilayah Papua,” kata Kadispenau Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana dalam keteranganya yang dikutip pada Kamis (19/2/2026).
Rombongan prajurit Korpasgat bergerak dari Bandara Mozes Kilangin, Timika, menuju Koroway Batu menggunakan pesawat TNI AU CN-235 Skadron Udara 27 dengan captain pilot Komandan Skadron Udara 27 Letkol Pnb Aldi.
Penebalan prajurit ini guna memastikan keamanan di sekitar area bandara perintis pasca penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau OPM terhadap dua awak Pesawat Smart Air di Bandara Koroway Batu beberapa hari sebelumnya.
Nantinya, para prajurit ini akan melakukan pengamanan bersama dengan personel Pasukan Rajawali serta unsur Brimob Satgas Damai Cartenz. Guna menjamin keamanan kawasan bandara sekaligus memulihkan operasional penerbangan di wilayah tersebut.
“Bandara Koroway Batu memiliki fungsi strategis sebagai penghubung wilayah Papua Pegunungan dan Papua Selatan. Dampak insiden keamanan sebelumnya menyebabkan personel Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) dan pemandu lalu lintas udara mengungsi bersama masyarakat sekitar,” jelasnya.
Selain menjamin keamanan perimeter dan kawasan keselamatan operasi penerbangan (KKOP), prajurit Korpasgat juga melaksanakan fungsi kebandarudaraan sebagai pengganti sementara unsur UPBU dan AirNav.
“Langkah ini merupakan bagian dari peran TNI sebagai pemulih, di mana secara bertahap kewenangan akan dikembalikan kepada otoritas sipil setelah situasi keamanan dinyatakan kondusif,” terang I Nyoman.
Adapun, penebalan pengamanan di Bandara Perintis Koroway Batu merupakan tindak lanjut instruksi langsung Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI M. Tonny Harjono untuk bisa menjamin keterhubungan lalu lintas udara sebagai urat nadi distribusi bahan makanan dan logistik di wilayah Papua.
“Diharapkan, langkah ini dapat mempercepat pemulihan jembatan udara serta menjamin keberlanjutan distribusi logistik dan mobilitas masyarakat di kawasan pedalaman Papua,” terangnya.
Diketahui, insiden penembakan ini telah terkonfirmasi dilakukan KKB Batalyon Kanibal dan Semut Merah terhadap Pesawat Smart Air yang baru mendarat di Bandara Perintis Koroway Batu, Boven Digoel, Papua Selatan pada Rabu (11/2/2026) pagi.
Insiden penembakan ini turut memakan korban jiwa Kapten Egon Erawan dan Kapten Baskoro selaku Kopilot. Mereka ditemukan tewas di landasan bandara akibat luka tembak yang diderita sekira pukul 11.05 WIT.
Sementara untuk 13 penumpang termasuk balita berhasil selamat dari penembakan tersebut. Setelah mereka seluruhnya menyelamatkan diri ke dalam hutan di sekitar area bandara.
EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







