Lautaro Martinez Cedera Akibat Lapangan Bodo/Glimt Tak Sesuai Standar, Inter Milan Protes ke UEFA

Oleh: Tarmizi Hamdi
Kamis, 19 Februari 2026 | 22:49 WIB
Skuad Inter Milan saat menghadapi Bodo/Glimt di babak Playoff Liga Champions. (Foto/Instagrram Inter Milan)
Skuad Inter Milan saat menghadapi Bodo/Glimt di babak Playoff Liga Champions. (Foto/Instagrram Inter Milan)

BeritaNasional.com - Inter Milan memanas setelah laga Liga Champions melawan Bodo/Glimt pada Kamis (19/2/2026) dini hari WIB. Bukan hanya soal hasil pertandingan, raksasa Serie A tersebut kini tengah meradang lantaran sang kapten andalan, Lautaro Martinez, harus masuk ruang perawatan akibat cedera betis.

Pihak tim berjuluk Nerazzurri ini meyakini kondisi lapangan sintetis di Stadion Aspmyra, Norwegia, menjadi biang kerok masalah fisik yang menimpa sang kapten. 

Dilansir dari Football Italia pada Kamis, Inter dikabarkan telah menyampaikan keluhan tidak resmi kepada UEFA bahkan sebelum peluit kick-off dibunyikan.

Kekecewaan manajemen Inter bukan tanpa alasan. Para direktur klub menilai kualitas rumput buatan milik Bodo/Glimt jauh di bawah standar kompetisi tertinggi Eropa. 

Saking buruknya, lapangan itu mirip dengan tikar yang dipasang asal-asalan lengkap dengan kerutan-kerutan aneh di pinggir lapangan yang membahayakan keselamatan pemain.

Pelatih Inter Cristian Chivu mengakui bahwa cedera yang dialami Lautaro tergolong cukup serius. 

Setibanya di bandara pagi ini setelah menempuh perjalanan dari Norwegia, Lautaro terlihat berjalan dengan menyeret kaki kanannya.

Selain Lautaro, Piotr Zielinski juga dijadwalkan menjalani tes medis pada Jumat (20/2/2026). Meski Zielinski terlihat berjalan normal, ia tetap memerlukan pemeriksaan lebih lanjut setelah merasakan nyeri ringan di akhir laga.

Nasib Lautaro Martinez untuk laga-laga ke depan baru akan menemui titik terang setelah hasil pemeriksaan medis keluar besok. Kehilangan sang kapten tentu menjadi pukulan telak bagi skuat asuhan Chivu di tengah jadwal kompetisi yang padat.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: