Masih Ada yang Belajar Di Tenda, Ketua Komisi X DPR Desak Percepatan Revitalisasi Sekolah di Sumatera

Oleh: Kiswondari
Jumat, 20 Februari 2026 | 07:59 WIB
Sekolah tenda di Aceh Tamiang. (BeritaNasional/Kemendikdasmen)
Sekolah tenda di Aceh Tamiang. (BeritaNasional/Kemendikdasmen)

BeritaNasional.com - Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menyoroti kondisi pembelajaran di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat yang masih belum ideal, yang mana masih ada 99 sekolah yang melakukan kegiatan pembelajaran di tenda. Hal ini diungkapkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu'ti dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pasca Bencana Sumatera di Kompleks DPR RI, Rabu (18/2/2026) kemarin. 

Hetifah mendorong agar dilakukan percepatan penanganan pascabencana, karena saat ini baru sekitar 30 persen sekolah terdampak yang telah melaksanakan Perjanjian Kerja Sama Revitalisasi Satuan Pendidikan dengan Kemendikdasmen. 

Legislator Dapil Kalimantan Timur (Kaltim) ini juga menekankan agar anggaran revitalisasi tidak hanya terfokus pada pembangunan infrastruktur tetapi juga termasuk penggantian perangkat sekolah, meubeler, alat praktik dan laboratorium, serta sumber daya guru dan tenaga kependidikan yang terdampak. 

Apalagi, kata dia, Kemendikdasmen memperkirakan kebutuhan anggaran Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pendidikan Pasca Bencana di tiga provinsi tersebut membutuhkan anggaran Rp5,5 triliun dan telah disalurkan sebesar Rp1 triliun.

Selain itu, Hetifah juga menggarisbawahi lokasi Hunian Sementara (Huntara) yang tidak terkoneksi dengan fasilitas pendidikan. Karena hal ini dapat mempengaruhi kondisi pembelajaran anak-anak terdampak bencana tersebut.

“Saat ini hunian sementara tidak selalu terkoneksi dengan fasilitas umum dan sarana pendidikannya. Ini pasti akan berpengaruh dengan kondisi pembelajaran anak-anak. Untuk itu dalam pembangunan huntap kelak perlu sinergi yang lebih baik terutama untuk sekolah-sekolah yang akan direlokasi,” ungkap politikus senior Partai Golkar itu.

Berdasarkan paparan Mendikdasmen Abdul Mu'ti, ada 4.852 sekolah yang terdampak, di mana masih ada 99 sekolah yang masih belajar di tenda/kelas darurat dikarenakan masih proses pembersihan dan sisanya merupakan sekolah yang ruang kelasnya sudah tidak bisa digunakan. Sedangkan 22 sekolah masih menumpang karena sekolah tersebut hanyut dan perlu direlokasi.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: