Banyak Keluhan, Komisi X Desak Penataan Lapangan Padel

Oleh: Ahda Bayhaqi
Jumat, 20 Februari 2026 | 16:43 WIB
Ilusrasi lapangan Padel (Foto/pixabay)
Ilusrasi lapangan Padel (Foto/pixabay)

BeritaNasional.com - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menanggapi masalah lapangan Padel yang mengganggu pemukiman warga karena suara bising. Lalu mendorong pemerintah daerah untuk menyusun Peraturan Daerah (Perda) terkait tata ruang agar lapangan Padel tidak berdekatan dengan permukiman.

"Kalau dari sisi tata ruang ya memang harus melalui Perda. Ini kan, kalau sisi positifnya kami sangat dukung. Artinya masyarakat sudah mulai sadar berolahraga, itu penting. Tetapi ketika itu mengganggu ketertiban umum, kemudian mengganggu masyarakat yang ada di sekitar situ, maka ini harus dievaluasi," ujar Lalu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (20/2/2026).

"Supaya masyarakat yang berolahraga terfasilitasi, masyarakat umum yang ada di situ juga tidak terganggu dengan adanya, justru yang harus terjadi adalah manfaatkan sarana prasarana ini untuk mengembangkan ekonomi yang ada di seputaran itu," lanjutnya.

Lalu mengungkap di Komisi X DPR, banyak menerima surat keluhan dari masyarakat terkait aktivitas lapangan Padel yang mengganggu. Komisi X pun sudah meminta Menpora Erick Thohir untuk berkomunikasi dengan pemerintah daerah.

"Kayak di Jakarta Selatan itu banyak memang keluhan. Bahkan itu sampai DPR juga tuh, kita sudah menerima suratnya. Tetapi kami menyampaikan melalui Menpora untuk berkomunikasi dengan Pemerintah DKI," ujarnya.

Sementara, Lalu mengusulkan agar pemerintah daerah untuk turun tangan mengimbau pemilik lapangan Padel untuk berkomunikasi dengan warga. Untuk membangun komunikasi dengan warga agar lapangannya tidak terganggu.

"Jadi kami menghimbau pemerintah daerah segera komunikasi dengan yang pemilik sarana prasarana ini, agar sebelum membangun itu harus komunikasi dengan masyarakat sekitar, karena supaya tidak terganggu. Bila perlu lapangan Padel itu buat peredam. Buat peredam agar masyarakat tidak terganggu," ujar Lalu.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: