Sejak April 2025, 53.000 Warga Manfaatkan Kartu Layanan Gratis LRT Jakarta

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:00 WIB
Suasana penumpang di LRT Jakarta. (Foto/dok LRT)
Suasana penumpang di LRT Jakarta. (Foto/dok LRT)

BeritaNasional.com - PT LRT Jakarta mencatat sebanyak 53.000 penerima manfaat Kartu Layanan Gratis (KLG) telah memanfaatkan fasilitas layanan di lintas Pegangsaan Dua-Velodrome sejak program tersebut diberlakukan pada April 2025 hingga Januari 2026.

Head of Corporate Secretary Division LRT Jakarta Sheila Indira Maharshi mengatakan, jumlah tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik yang terjangkau dan inklusif.

“Sejak diberlakukannya Kartu Layanan Gratis pada April 2025, hingga Januari 2026 tercatat telah mencapai 53.000 orang,” ujar Sheila dikutip, Sabtu (21/2/2026).

Ia menilai implementasi layanan KLG menjadi bagian dari upaya menghadirkan sistem transportasi yang tidak hanya andal dari sisi layanan, tetapi juga berpihak pada kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan mobilitas.

“Implementasi layanan KLG menjadi bagian dari upaya menghadirkan sistem transportasi yang tidak hanya andal dari sisi layanan, tetapi juga berpihak pada kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan mobilitas,” jelasnya.

Sheila menambahkan, program tersebut sejalan dengan komitmen LRT Jakarta dalam mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperluas akses transportasi publik yang aman, nyaman, dan berkeadilan. Selain itu, kehadiran KLG dinilai mampu mendorong masyarakat untuk beralih ke angkutan umum sekaligus memperkuat integrasi antarmoda.

“Program ini sejalan dengan komitmen LRT Jakarta untuk terus memberikan layanan transportasi publik yang inklusif dan berkeadilan, sekaligus langkah strategis dalam memperluas akses mobilitas yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat,” ucapnya.

Dengan capaian 53.000 pengguna hingga awal 2026, LRT Jakarta optimistis program Kartu Layanan Gratis akan terus memberikan dampak positif bagi mobilitas warga di ibu kota.

“Baik dalam mendukung mobilitas warga maupun dalam mendorong penggunaan transportasi publik yang lebih luas di ibu kota,” tandasnya.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: