NASA Siap Luncurkan Misi Manusia ke Bulan pada Maret 2026
BeritaNasional.com - Setelah lebih dari setengah abad, umat manusia akhirnya bersiap kembali melakukan perjalanan jauh ke luar angkasa.
NASA secara resmi menargetkan awal Maret 2026 sebagai waktu peluncuran misi Artemis II, sebuah misi bersejarah yang akan membawa kesadaran manusia mengelilingi Bulan untuk pertama kalinya sejak 1972.
Keputusan ini diambil setelah NASA sukses melaksanakan "latihan uji coba basah" (wet dress rehearsal ) di Kennedy Space Center, Florida.
Dalam uji coba krusial tersebut, roket raksasa diisi penuh dengan bahan bakar dan menjalani urutan hitung mundur hingga tuntas tanpa kendala berarti.
NASA menetapkan tanggal peluncuran paling awal pada 6 Maret 2026 . Keberhasilan uji coba terbaru ini menjadi angin segar setelah upaya pertama pada awal Februari lalu sempat terhenti akibat bocornya bahan bakar hidrogen.
Masalah pada segel dan filter tersebut kini telah dinyatakan berhasil diperbaiki sepenuhnya.
Empat astronot pilihan yang akan mencetak sejarah ini adalah Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch dari Amerika Serikat, serta Jeremy Hansen dari Kanada.
Mereka dijadwalkan mulai memastikan menjalani masa karantina pada Jumat (21/2/2026) untuk memastikan kondisi kesehatan sebelum bertolak ke angkasa.
"Setiap malam saya menatap Bulan dan saya merasa sangat gembira karena bisa merasakan dia memanggil kita. Kita sudah siap," ujar Lori Glaze dari NASA yang dikutip dari BBC News pada Sabtu (21/2/2026).
Empat astronot tersebut akan meluncur menggunakan roket Space Launch System (SLS) setinggi 98 meter.
Mereka akan menempati kapsul Orion yang terletak di bagian atas roket. Meski membawa misi besar, ruang gerak para astronot di dalam kapsul tersebut tergolong sempit, hanya seukuran minibus. Di sanalah mereka akan tinggal, makan, dan bekerja selama 10 hari perjalanan.
Rencana perjalanan misi Artemis II meliputi hari pertama mengorbit Bumi untuk memastikan seluruh sistem berfungsi normal.
Lalu, Perjalanan ke Bulan Memakan waktu empat hari menuju satelit alami Bumi tersebut.
Kemudian, astronaut akan terbang pada ketinggian 6.500 hingga 9.500 km di atas permukaan bulan, melintasi sisi terjauh yang tidak pernah terlihat dari Bumi untuk mengambil gambar dan melakukan penelitian.
Perjalanan pulang, empat hari perjalanan kembali sebelum akhirnya mendarat (splashdown) di Samudra Pasifik.
Keberhasilan Artemis II akan menjadi batu loncatan bagi misi Artemis III, yang bertujuan membawa manusia menginjakkan kaki di permukaan Bulan pada tahun 2028.
Namun, tantangan besar masih membayangi, terutama terkait kesiapan wahana pendarat yang sedang dikembangkan oleh SpaceX milik Elon Musk.
NASA bahkan mulai meminta rencana percepatan dari perusahaan saingannya, Blue Origin milik Jeff Bezos, untuk memastikan proyek ini tetap sesuai jadwal.
Ketegangan ini bukan tanpa alasan. Amerika Serikat kini tengah bersaing ketat dengan Tiongkok yang menargetkan Bulan pada tahun 2030.
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu





