Pasokan Beras Aman Selama Ramadan hingga Lebaran, Stok Capai 3,2 Juta Ton

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Minggu, 22 Februari 2026 | 12:02 WIB
Warga memikul beras. (Berita nasional.com/Oke Atmaja)
Warga memikul beras. (Berita nasional.com/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com -  Pasokan beras selama  puasa Ramadhan hingga Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah dipastikan aman dengan stok mencapai 3,2 juta ton.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan secara nasional, stok beras yang ada di gudang Bulog saat ini mencapai sekitar 3,2 juta ton. Stok tersebut terus bertambah melalui program serapan gabah beras petani di dalam negeri.

"Kalau beras, alhamdulillah masih 3,2 juta ton. Bahkan sekarang (stoknya) nambah, sampai dengan hari ini sudah nambah lebih kurang sekitar 100.000 ton," ujarnya, kemarin. 

Ia menyebut dalam satu bulan terakhir yakni periode Januari, tambahan stok cadangan beras pemerintah (CBP) tercatat sekitar 100.000 ton. Ketersediaan itu dinilai sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sepanjang Ramadhan dan Idul Fitri 2026.

"Alhamdulillah ini berkat kerja sama dari seluruh para petani maupun teman-teman yang ada di lapangan untuk menyerap gabah-gabah para petani, yang kami olah menjadi beras," terangnya. 

Selain beras, Bulog juga memastikan distribusi Minyakita berjalan sesuai ketentuan terbaru pemerintah terkait skema Domestic Market Obligation (DMO) sebesar 35%.  Penyaluran kini dilakukan langsung oleh BUMN Pangan, termasuk Bulog tanpa melalui distributor, sehingga distribusi lebih terkendali dan efisien.

Minyakita disalurkan langsung dari gudang Bulog ke pasar-pasar Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) dengan harga Rp14.500 per liter dari gudang dan dijual kepada masyarakat sesuai HET Rp15.700 per liter.

"Skema ini memberikan margin yang wajar bagi pengecer sekaligus menjaga harga tetap stabil di tingkat konsumen," tambah Rizal.

Bulog telah mulai menyalurkan Minyakita secara langsung sejak 1 Januari 2026. Saat ini, stok yang disiapkan mencapai 30.000 kiloliter per bulan

Selama Ramadhan hingga Idul Fitri 2026, Bulog menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan distribusi komoditas strategis, khususnya beras dan Minyakita ke pasar-pasar SP2KP di seluruh Indonesia guna menjaga keterjangkauan harga serta menjamin kecukupan pasokan bagi masyarakat. (Antara)sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: