Persaingan AI Makin Sengit, OpenAI Rancang ChatGPT Pro Lite

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 23 Februari 2026 | 23:41 WIB
Ilustrasi aplikasi ChatGPT. (Foto/Freepik)
Ilustrasi aplikasi ChatGPT. (Foto/Freepik)

BeritaNasional.com - OpenAI dikabarkan tengah menyiapkan paket langganan baru bernama ChatGPT Pro Lite dengan harga US$100 per bulan atau sekitar Rp1,6 juta.

Informasi ini pertama kali ditemukan pengembang Tibor Blaho melalui kode di tampilan depan aplikasi web ChatGPT. Hingga kini, OpenAI belum memberikan konfirmasi resmi maupun jadwal peluncuran.

Saat ini, OpenAI menyediakan beberapa paket berbayar: Free, Go (US$8 atau sekitar Rp128 ribu), Plus (US$20 atau sekitar Rp320 ribu), hingga Pro (US$200 atau sekitar Rp3,2 juta), serta opsi Team, Business, dan Enterprise.

Lonjakan harga dari Plus ke Pro dinilai terlalu jauh, sehingga banyak pengguna tingkat lanjut merasa tidak memiliki opsi menengah.

Kehadiran Pro Lite disebut-sebut untuk menjembatani celah tersebut. Paket ini diperkirakan menawarkan fitur lebih tinggi dari Plus, tetapi belum selengkap Pro.

Dari bocoran kode, Pro Lite berpotensi memberikan kuota penggunaan model penalaran mendalam tiga hingga lima kali lebih besar dibanding Plus, serta dukungan untuk penggunaan Codex.

Langkah ini muncul di tengah tekanan finansial OpenAI. Meski mencatat pendapatan US$20 miliar (sekitar Rp320 triliun), perusahaan dikabarkan menghadapi potensi kerugian tahunan hingga US$14 miliar (sekitar Rp224 triliun) akibat lonjakan biaya komputasi dan tengah memburu pendanaan besar.

Di sisi lain, persaingan industri AI semakin ketat. Gemini 3 disebut telah menguasai lebih dari 20 persen pangsa pasar berkat integrasi Android, sementara Claude 4 unggul dalam belanja korporasi. Kontroversi penghentian GPT-4o juga memicu keluhan sebagian pengguna.

Jika benar dirilis, ChatGPT Pro Lite bisa menjadi opsi menarik bagi freelancer, peneliti, dan pengembang yang membutuhkan kuota lebih besar tanpa harus membayar paket Pro. Namun, efektivitas strategi ini untuk memperkuat posisi OpenAI di tengah kompetisi masih menjadi tanda tanya.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: