NasDem Usul Ambang Batas Parlemen 7 Persen, PKS Pilih 4 Persen Dipertahankan
BeritaNasional.com - Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Kholid menilai ambang batas parlemen 4% dipertahankan dan tidak perlu dinaikan. Hal tersebut menanggapi sikap Ketum NasDem Surya Paloh yang konsisten mendukung ambang batas parlemen naik menjadi 7 persen.
"Angka PT 4% sebagaimana di tahun tahun sebelumnya sudah cukup baik dipertahankan dan sepertinya tidak perlu dinaikan. Karena semakin tinggi PT tentu semakin besar suara yang tidak terkonversi sesuai dengan aspirasi pemilihnya," kata Kholid kepada wartawan, Rabu (25/2/2026).
Kholid mengusulkan dibuat simulasi untuk mencari keseimbangan besaran angka ambang batas parlemen. Dengan menyesuaikan jumlah alat kelengkapan dewan di DPR.
"Atau juga bisa dibuat simulasi lainnya, yakni disesuaikan dengan berapa angka minimal dengan jumlah komisi dan AKD di DPR RI. Sekarang kan ada 13 komisi dan 6 AKD di DPR ri, jadi PT nya dikonversikan setara dengan jumlah komisi dan AKD tersebut. Nah dari sana kita bisa hitung PT nya. Itu bisa jadi salah satu opsi juga," ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menegaskan partainya tetap konsisten mendorong ambang batas parlemen naik. Pada 2020 lalu, Paloh mengusulkan kenaikan ambang batas dari 4% menjadi 7%.
“Saya pikir NasDem seharusnya tetap konsisten di situ, kecuali ada perubahan yang sangat signifikan,” ujar Paloh di NasDem Tower, Jakarta, Sabtu (21/2/2026).
Paloh menjelaskan, kenaikan ambang batas bertujuan mengubah sistem multipartai menjadi selected party atau sistem partai terbatas. Dengan pembatasan jumlah partai politik, stabilitas pemerintahan diyakini lebih terjaga.
“Dari sistem multipartai, kalau bisa kita berubah menjadi selected party, itu jauh lebih efektif. Ini untuk menjaga stabilitas pemerintahan dan implementasi manfaat kebebasan demokrasi yang kita miliki,” tambahnya.

TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu







