Konflik Kartel di Meksiko, DPR Ingatkan Potensi Celah Penyelundupan Narkotika ke Indonesia

Oleh: Ahda Bayhaqi
Rabu, 25 Februari 2026 | 20:13 WIB
Anggota Komisi I DPR Amelia Anggraini (BeritaNasional/Istimewa)
Anggota Komisi I DPR Amelia Anggraini (BeritaNasional/Istimewa)

BeritaNasional.com -  Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini memperingatkan celah masuknya narkotika ke Indonesia akibat konflik kartel di Meksiko. Amelia menanggapi pernyataan BNN bahwa kematian figur kunci dalam jaringan kartel si Meksiko berpotensi memicu fragmentasi dan perebutan kekuasaan internal. Sehingga membuka celah baru distribusi narkotika, termasuk Indonesia.

Amelia juga mengingatkan pemerintah harus mengantisipasi potensi jalur penyelendupan narkotika dengan memperkuat kerjasama intelijen internasional, pengawasan pintu masuk strategis dan memperdalam pertukaran data dengan aparat penegak hukum negara mitra.

"Oleh karena itu, pemerintah harus mengantisipasi potensi pergeseran jalur penyelundupan dengan memperkuat kerja sama intelijen internasional, meningkatkan pengawasan di pintu-pintu masuk strategis, serta memperdalam pertukaran data dengan aparat penegak hukum negara mitra," ujarnya kepada wartawan, Rabu (25/2/2026).

Pemerintah harus melakukan pendekatan terintegrasi antara diplomasi, intelijen san penegak hukum. Konflik di Meksiko bisa berdampak secara tidak langsung kepada Indonesia.

"Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa ancaman terhadap Indonesia tidak selalu datang dalam bentuk konflik bersenjata langsung, tetapi juga melalui jaringan kriminal transnasional yang bergerak dinamis mengikuti perubahan situasi global. Negara harus hadir secara proaktif, bukan reaktif, baik dalam melindungi warga negaranya maupun dalam menjaga kedaulatan dari ancaman narkotika yang bersifat lintas batas," ujarnya. .

Sebelumnya, Badan Narkotika Nasional (BNN) turut memantau gejolak konflik akibat jaringan kartel Meksiko. Pemantauan dilakukan untuk melihat potensi keterkaitan peredaran narkoba ke İndonesia.

Demikian disampaikan Kepala BNN Suyudi Ario Seto bahwa data narkoba asal Meksiko masuk ke İndonesia pada 2024. Namun itu bukan dari jaringan Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG) yang dipimpin oleh Oseguera Cervantes alias El Mencho.

"Pada tahun 2024, BNN mengumumkan pembongkaran 27 jaringan narkoba, beberapa di antaranya terkait dengan kartel Meksiko," kata Suyudi kepada wartawan, Selasa (23/2/2026).

Ia kemudian menjelaskan narkoba yang masuk ke Indonesia dari Meksiko kala itu berasal dari jaringan Gregor Haas. Jaringan terafiliasi dengan salah satu kartel besar di Meksiko yakni Sinaloa.

Lalu narkoba yang biasa diselundupkan oleh jaringan ini yakni narkotika jenis baru atau NPS serta bahan baku pembuatan metamfetamin serta fentanil dari Meksiko maupun Tiongkok.

"Salah satu jaringan yang diungkap pada tahun 2024 adalah jaringan Gregor Haas, yang diduga sebagai bagian dari jaringan Kartel Sinaloa yang berpusat di Meksiko," terang dia.

Berdasarkan modusnya, jaringan Gregor Haas itu tidak menyelundupkan narkoba secara langsung. Tetapi, memanfaatkan jaringan lokal melalui rute laut maupun jalur internasional yang kompleks.

 sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: