Kemenkes Ingatkan Risiko Diabetes Akibat Berbuka Berlebihan
BeritaNasional.com - Momen berbuka puasa sering kali menjadi ajang balas dendam dengan menyantap aneka takjil manis dan gorengan.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dan memperhatikan prinsip gizi seimbang agar ibadah puasa tidak justru memicu masalah kesehatan.
Ketua Tim Kerja Gizi Direktorat Pelayanan Kesehatan Keluarga Kemenkes Yuni Zahraini mengingatkan melimpahnya variasi makanan selama Ramadan harus disikapi dengan kontrol diri yang baik.
“Anjuran berbuka puasa dengan makanan manis tetap perlu dibatasi dalam jumlah yang wajar dan tidak berlebihan,” tegas Yuni di Jakarta pada Rabu (25/2/2026).
Menurut Yuni, konsumsi minuman manis seperti sirup, teh manis, atau minuman kemasan secara berlebihan saat berbuka dapat mendongkrak asupan gula harian secara drastis.
Jika kebiasaan ini terus dilakukan tanpa diimbangi aktivitas fisik, tubuh akan menyimpan kelebihan energi tersebut dalam bentuk lemak.
Selain gula, menu favorit seperti gorengan, santan kental, dan makanan cepat saji juga menjadi sorotan. Pola makan tinggi lemak jenuh ini dalam jangka panjang berisiko meningkatkan kadar kolesterol, memperbesar lingkar perut (obesitas sentral), memicu penyakit tidak menular (PTM) seperti diabetes dan hipertensi.
Mengacu pada rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Kemenkes memaparkan batas aman konsumsi gula tambahan (bukan gula alami dari buah/susu).
Batas maksimal 10 persen dari total energi harian (setara 50 gram atau 4 sendok makan gula per hari).
Anjuran lebih sehat 5 persen dari total energi harian (setara 25 gram atau 4 sendok teh gula per hari).
Kemenkes menekankan pentingnya asupan karbohidrat, protein, dan lemak secara proporsional, serta pemenuhan vitamin dan mineral dari sayur dan buah meskipun waktu makan terbatas.
Sumber: Antara
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu






