Trump Segera Ambil Alih Kuba

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 28 Februari 2026 | 14:44 WIB
Lighthouse Castillo Del Morro, Havana, Kuba. (BeritaNsional/Visit Cuba)
Lighthouse Castillo Del Morro, Havana, Kuba. (BeritaNsional/Visit Cuba)

BeritaNasional.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan isyarat bahwa pihaknya akan mengambil alih Kuba secara damai, dengan dalih bahwa Kuba tengah berada dalam masalah besar.

"Pemerintah Kuba sedang berbicara dengan kita, dan mereka sedang dalam masalah besar," kata Trump kepada wartawan sebelum berangkat untuk perjalanan ke Negara Bagian Texas, Jumat (27/2/2026) waktu setempat.

Trump mengatakan, Kuba saat ini sedang dalam kondisi tidak punya apapun sehingga AS siap mengambil alih sekutu Venezuela itu secara damai. 

"Mereka tidak punya apa-apa saat ini, tetapi mereka sedang berbicara dengan kita, dan mungkin kita akan melakukan pengambilalihan damai Kuba. Kita mungkin akan melakukan pengambilalihan damai Kuba," kata Trump.

Dia juga menambahkan bahwa Kuba "sedang mengalami kegagalan yang sangat parah."

"Sejak saya masih kecil, saya telah mendengar tentang Kuba, dan semua orang menginginkannya berubah. Saya bisa melihat itu terjadi," ujar Trump.

Ia juga menyampaikan bahwa Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio tengah melakukan pembicaraan dengan Kuba.

"Mereka tidak punya uang, mereka tidak punya minyak, mereka tidak punya makanan, dan saat ini benar-benar negara yang dalam masalah besar, dan mereka menginginkan bantuan kita," kata Trump.

Sebelumnya, ketegangan antara AS dan Kuba meningkat, aparat perbatasan Kuba menembak mati empat orang yang disebut sebagai penyusup bersenjata dari AS, menyusul baku tembak di laut dengan sebuah kapal cepat berpelat Florida.

Sebagai informasi, AS telah lama memiliki hubungan yang tegang dengan Kuba, pulau yang hanya berjarak 90 mil dari pantai AS. Sejak tahun 1960-an, AS telah mengembargo perdagangan penuh terhadap Kuba yang melemahkan perekonomiannya. Namun ketegangan ini meningkat sejak awal Januari, saat Trump melakukan operasi militer untuk menculik dan memenjarakan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, sekutu dekat Kuba.

Sumber: Antara
 sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: