Ali Khamenei Meninggal, Proses Pemilihan Pemimpin Baru Iran Dimulai

Oleh: Imantoko Kurniadi
Minggu, 01 Maret 2026 | 11:02 WIB
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. (Foto/X: khamenei_ir)
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. (Foto/X: khamenei_ir)

BeritaNasional.com -  Kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan yang diduga melibatkan AS dan Israel, menyoroti mekanisme suksesi di negara tersebut.

Berdasarkan konstitusi Iran, pengganti Khamenei akan ditentukan melalui proses resmi yang diatur secara ketat.

Mekanisme Pemilihan Pengganti Khamenei

Pasal 111 Konstitusi Iran memberi wewenang kepada Majelis Ahli, sebuah badan beranggotakan 88 ulama yang disetujui oleh pemilih, untuk memilih Pemimpin Tertinggi berikutnya, menurut Council on Foreign Relations.

Sementara majelis belum membuat keputusan, tugas Pemimpin Tertinggi diambil alih oleh dewan sementara yang terdiri dari: Presiden Iran,  Kepala Kehakiman dan seorang ahli hukum dari Dewan Penjaga, yang dipilih oleh  Dewan Penentu Kebijakan atau Expediency Discernment Council.

Jika salah satu dari tiga posisi ini tidak dapat menjalankan tugas, Expediency Discernment Council berhak menunjuk pengganti. 

Sebagai catatan: Expediency Discernment Council (EDC) adalah lembaga kunci dalam sistem politik Iran yang berfungsi sebagai penasihat dan mediator. Dewan ini menengahi perselisihan antara Dewan Penjaga dan Majelis Konsultatif Islam, serta memberi saran kepada Pemimpin Tertinggi Iran terkait isu kebijakan utama. Didirikan pada 1988 oleh Ayatollah Ruhollah Khomeini, EDC memegang peran penting dalam menentukan arah legislatif dan strategi negara.

Suzanne Maloney, senior fellow untuk kebijakan Timur Tengah di Brookings Institution, menilai bahwa proses ini, ditambah kekuatan politik lain di Iran, kemungkinan besar akan tahan terhadap pengaruh eksternal.

“Perubahan di pucuk pimpinan Iran saja tidak cukup untuk menggulingkan sistem saat ini,” tulis Maloney di situs Council on Foreign Relations, dikutip dari nbcnews, Minggu (1/3/2026).

“Seiring waktu, gerakan politik yang mampu menantang rezim mungkin muncul, tetapi transisi kepemimpinan mendatang kemungkinan tidak akan mengubah rezim secara signifikan,” tulisnya lebih lanjut.

Sebelumnya, media pemerintah Iran mengumumkan pada Minggu bahwa Ali Khamenei telah meninggal dunia. Detil kronologi kematiannya belum dirilis. Pemerintah juga menetapkan masa berkabung publik selama 40 hari.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyebut kematian Khamenei terjadi di kantornya pada Sabtu pagi dan menandai awal dari “kebangkitan besar melawan tirani dunia.”sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: