Mojtaba Bersumpah Akan Balaskan Kematian Ali Khamenei

Oleh: Kiswondari
Minggu, 12 Juli 2026 | 13:59 WIB
Mojtaba Khamenei, anak Ayatollah Ali Khamenei sekaligus Pemimpin Tertinggi Iran. (BeritaNasional/X IRGC)
Mojtaba Khamenei, anak Ayatollah Ali Khamenei sekaligus Pemimpin Tertinggi Iran. (BeritaNasional/X IRGC)

BeritaNasional.com - Usai rampungnya proses pemakaman mendiang Imam Besar Iran, Ayatollah Ali Khamenei pada Kamis (9/7/2026) lalu, Pemimpin tertinggi Iran sekaligus putra Ali Khamenei, Mojtaba Khamenei, bersumpah untuk membalaskan dendam atas kematian sang ayah yang tewas dalam serangan udara AS-Israel di kompleks kediamannya di Teheran pada 28 Februari lalu.

Melansir Russia Today (RT) pada Minggu (12/7/2026), menurut media Iran, hal itu disampaikan Mojtaba Khamenei di sebuah stasiun televisi setempat usai sang ayah dikebumikan di Makam Imam Reza di kota kelahirannya, Mashhad. Lebih dari 43 juta orang menghadiri upacara pemakaman yang berlangsung selama seminggu di seluruh Iran dan Irak.

Dalam upacara penghormatan itu, beberapa pelayat terlihat membawa plakat yang menyerukan pembunuhan Presiden AS Donald Trump, seraya meneriakkan "Matilah Amerika", serta melempari batu ke papan reklame yang menggambarkan Trump dengan peluru yang diarahkan ke kepalanya. 

“Kami bersumpah akan membalas dendam atas darah suci pemimpin yang gugur dan semua martir dari kedua perang ini dari para pembunuh yang keji dan tercela,” kata Mojtaba Khamenei dalam sebuah pernyataan di televisi pemerintah pada Sabtu (11/7/2026).

“Pembalasan dendam adalah tuntutan bangsa kita dan tentu harus dilaksanakan. Segera, rakyat merdeka di dunia akan melaksanakan sebagian dari misi ilahi ini,” tegasnya. 

Ini merupakan kali pertama Mojtaba Khamenei tampil di depan publik sejak ia dipilih Majelis Pakar memilihnya untuk menggantikan ayahnya pada awal Maret 2026.

Sebelumnya pada Jumat (10/7/2026), Trump mengancam akan "menghancurkan dan memusnahkan seluruh wilayah Iran" jika Teheran mencoba membunuhnya. Bahkan, beberapa media AS melaporkan pada pekan ini bahwa Israel telah memperingatkan Washington tentang apa yang mereka sebut sebagai rencana baru Iran terhadap Trump.

Sebagai informasi, AS dan Israel telah membunuh puluhan pejabat senior dan komandan militer Iran selama beberapa minggu pertama serangan rudal mereka yang dimulai 28 Februari. Belum lama ini, Trump berpendapat bahwa gencatan senjata, yang pertama kali dicapai pada bulan April, pada dasarnya telah "berakhir" karena kedua pihak berselisih mengenai interpretasi nota kesepahaman yang ditandatangani pada 17 Juni.

Kondisi konflik kembali memanas sejak pekan lalu, AS terus melancarkan serangan ketiganya terhadap Iran dalam pekan ini sebagai tanggapan atas serangan berkelanjutan terhadap pelayaran di Selat Hormuz. Iran menyalahkan AS atas "insiden" tersebut, menuduh Washington "secara ilegal menetapkan" rute pelayaran di dekat pantai Oman. Sementara Teheran bersikeras bahwa semua kapal menggunakan rute yang ditetapkan oleh Iran.

Sumber: Russia Todaysinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: