Eskalasi Konflik Timur Tengah, Kapolri Minta Densus 88 Antisipasi Potensi Teror
BeritaNasional.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan jajaran Detasemen Khusus (Densus) Antiteror Mabes Polri meningkatkan kewaspadaan, menyusul eskalasi perang di wilayah Timur Tengah, khususnya Iran.
Instruksi ini diberikan untuk memastikan agenda pengamanan mudik lebaran berjalan lancar. Karena saat ini total ada 13.252 kelompok teror yang telah termonitor kepolisian.
"Tentunya ini menjadi perhatian kita karena saat ini sedang terjadi konflik global yang memang memiliki potensi akan adanya geliat terkait dengan hal ini," ujar Sigit dikutip Selasa (3/3/2036).
Bahkan, Sigit secara khusus menyoroti sikap pengibaran bendera merah dari Iran yang menandakan serangan pembalasan. Usai Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan.Israel dan Amerika Serikat (AS).
Atas hal itu, Sigit meminta jajaran Densus 88 dapat mengantisipasi segala dampak teror yang mungkin terjadi demi mempertahankan zero terrorist attack di Indonesia. Meskipun, secara geografis dan konflik İndonesia tidak terlibat dalam eskalasi perang tersebut.
"Apalagi Iran telah mengibarkan bendera merah sebagai simbol pembalasan dan pertanda serangan yang terjadi di Iran dan ini tentunya menjadi PR bagi rekan-rekan khususnya Densus, untuk bisa mempertahankan Zero Terrorist Attack. Yang tentunya ini menjadi PR besar bagi kita," tuturnya.
Lebih jauh, Jenderal Bintang Empat Polri tersebut menyatakan pihaknya telah mengamankan sebanyak tujuh orang yang diduga terkait kelompok teror sebelum pelaksanaan mudik pada 2026.
"Tahun kemarin kita mengamankan 7 orang target pada saat pelaksanaan mudik dan tolong ini betul-betul kerjasama yang baik dengan seluruh jajaran Intelijen, kemudian koordinasi dengan rekan-rekan dari TNI, Pemerintah Daerah," ucap dia.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu






