Cegah Macet ke Pelabuhan, Ini Titik Buffer Zone Saat Mudik Lebara

Oleh: Bachtiarudin Alam
Selasa, 03 Maret 2026 | 11:43 WIB
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menetapkan lokasi buffer zone di luar pelabuhan. (Foto/Kemenhub)
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menetapkan lokasi buffer zone di luar pelabuhan. (Foto/Kemenhub)

BeritaNasional.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menetapkan lokasi buffer zone di luar pelabuhan. Hal ini guna mengantisipasi kepadatan arus kendaraan serta kedatangan kendaraan yang belum memiliki tiket saat arus mudik Lebaran Tahun 2026/1447 Hijriah.

Sebagai skema penundaan perjalanan (delaying system) kendaraan yang hendak menyebrang, lokasi buffer zone telah diterapkan di sejumlah titik akses masuk dari jalan tol maupun jalan arteri menuju pelabuhan penyeberangan.

“Kami sudah menyiapkan strategi delaying system dan menyiagakan buffer zone di sejumlah titik untuk mengatur antrean kendaraan menuju pelabuhan. Agar tidak terjadi penumpukan di akses utama,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan dalam keterangannya, Selasa (3/3/2026).

Adapun lokasi buffer zone telah disiapkan di Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Bakauheni dengan rincian sebagai berikut;

1.Pelabuhan Merak dan Ciwandan

- Rest area KM 43A dan KM 68A pada ruas tol Tangerang-Merak. 

-Lahan PT Munic Line di jalan Cikuasa Atas dan area parkir Pelabuhan Indah Kiat. 

2. Pelabuhan Bakauheni dan Bandar Bakau Jaya (BBJ) Muara Pilu 

-Rest area KM 172B ruas jalan tol Terbanggi Besar - Pematang panggang - Kayu Agung, 87B, 49B, dan 20B pada ruas tol Bakauheni - Terbanggi Besar. 

-Jalan non tol (arteri) di Terminal Agribisnis Gayam, RM Gunung Jati, RM Tiga Saudara, Kantor Lama Balai Karantina Pertanian, pelabuhan terminal khusus PT SMA, dan depan pintu gerbang PT BBJ Muara Pilu.

“Penerapan delaying system menuju Bakauheni dan BBJ Muara Pilu tersebar di 10 titik buffer zone dengan total kapasitas parkir bisa mencapai 1.430 kendaraan kecil. Penerapannya mulai tanggal 13-29 Maret 2026,” terang Aan.

Sementara itu, Aan menjelaskan untuk menghindari terjadinya antrian panjang di area sekitar pelabuhan. Pengelola pelabuhan telah menerapkan pembatasan pembelian tiket dengan radius larangan tertentu.

Seperti di Pelabuhan Merak sejauh 4,71 KM dari titik tengah pelabuhan terluar (acuannya titik Hotel Pesona Merak), dan Pelabuhan Bakauheni sejauh 4,24 KM dari titik tengah pelabuhan terluar (acuan Balai Karantina Pertanian).

Sedangkan untuk pelabuhan Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Gilimanuk telah disiapkan lokasi buffer zone, sebagai berikut;

3.Pelabuhan Ketapang dari arah Situbondo

-Rest area Grand Watudodol 

-Ketapang dari arah Jember disiapkan di kantong parkir Dermaga Bulusan.

-Buffer zone untuk pembatasan operasional angkutan barang menuju Pelabuhan Ketapang dari arah Situbondo di Lapangan Gudang PT Pusri di area Pelabuhan Tanjung Wangi dan Terminal Sritanjung. Sedangkan dari arah Jember di lapangan parkir Dermaga Bulusan.

4.Buffer zone untuk pembatasan operasional angkutan barang tujuan Pelabuhan Gilimanuk

-Terminal kargo, UPPKB Cekik, ruas jalan akses menuju Dermaga LCM Gilimanuk, PDC Gilimanuk PT Agung Automall, dan Gudang Utama Suzuki Bali. 

-Tujuan ke pelabuhan Tanjung Wangi diarahkan ke ruang parkir Kampung Anyar Desa Ketapang dan eks TUKS PT Pusri.

“Kami siapkan juga delaying system menuju Gilimanuk, dan sebagai buffer zone dilakukan di Terminal Kargo Gilimanuk. Namun khusus sepeda motor, buffer zone dilakukan di Terminal Bus Gilimanuk,” jelas Aan.

Aan menuturkan, Kemenhub bersama stakeholder juga telah menyiapkan langkah untuk pembatasan pembelian tiket guna menghindari terjadinya penumpukan kendaraan di area sekitar pelabuhan. 

Pembatasan pembelian tiket dilakukan dengan radius larangan bagi Pelabuhan Ketapang sejauh 2,65 Km dari titik tengah pelabuhan terluar (acuannya Terminal Sri Tanjung) dan Pelabuhan Gilimanuk sejauh 2,0 KM dari titik tengah pelabuhan terluar (contoh acuan Terminal Kargo).

“Dengan diterapkannya delaying system di luar pelabuhan baik di jalan tol ataupun jalan arteri diharapkan tidak terjadi penumpukan di akses utama pelabuhan. Kami optimistis dengan kerja sama semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat, arus mudik dan balik Lebaran tahun ini bisa berjalan aman, lancar, dan terkendali,” terangnya.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: