Momen Kapolri dan Jaksa Agung Duduk Satu Meja Saat Peluncuran Buku Ketua Komisi III DPR
BeritaNasional.com - Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman meluncurkan buku berjudul Anotasi KUHAP 2025 "Sebuah Catatan Pembahasan dan Penjelasan Komprehensif Komisi III DPR RI" di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Pada acara ini, turut hadir Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Jaksa Agung ST Burhanuddin.
Sebelumnya, hubungan Kapolri dan Jaksa Agung tengah menjadi sorotan setelah pengungkapan dugaan kasus korupsi oleh Kortas Tipidkor Polri yang melibatkan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.
Kapolri Listyo Sigit dan Jaksa Agung ST Burhanuddin hadir memenuhi undangan Habiburokhman. Keduanya terlihat duduk di satu meja. Kapolri Listyo Sigit duduk di bagian kiri, sementara Jaksa Agung ST Burhanuddin di sebelah kanan bersama Ketua KPK Setyo Budiyanto.
Setelah acara peluncuran buku, Komisi III DPR bersama para undangan foto bersama para undangan. Terlihat, Listyo dan Burhanuddin bersebalahan saat berfoto. Mereka diapit oleh Ketua Komisi III Habiburokhman dan Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati.
Usai acara, Habiburokhman mengaku sengaja mengundang Kapolri dan Jaksa Agung agar mengurangi gesekan antar institusi.
"Kami pengin meminimalisir ya, sangat meminimalisir gesekan antar institusi. Tadi sengaja kita undang Pak Kapolri, Pak Jaksa Agung ya, pada momen yang paling tepat ini karena keduanya adalah mitra-mitra terbaik kami," ujarnya dalam kesempatan itu.
Habiburokhman mengaku, ingin 'mendamaikan' Kapolri dan Jaksa Agung agar tidak ada gesekan akibat pengungkapan kasus Febrie Adriansyah.
"Pak Kapolri itu orang baik, Pak Jaksa Agung orang baik, institusi Polri juga udah bekerja sangat baik, institusi Kejaksaan bekerja amat baik ya. Kita sayang dengan dua institusi ini, kita enggak ingin terjadi gesekan. Ya, jadi tadi kita undang, saya foto, ya mereka tertawa dengan gembira ya, alhamdulillah ya. Semoga ke depan semakin landai," tuturnya.
Terkait penyelesaian kasus ini, Komisi III DPR mendukung pengalihan kasus dari Polri ke Kejaksaan agar tidak terjadi gesekan. Habiburokhman yakin Kejaksaan memiliki jaksa independen yang dapat mengusut kasus korupsi ini hingga tuntas.
"Kenapa? Karena kita juga percaya Kejaksaan memiliki, apa namanya? Aparat yang memiliki jaksa-jaksa yang independen. Walaupun memeriksa sebagai sesama jaksa, pasti mereka eh acuannya adalah hukum dan keadilan," tegasnya.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







