Donald Trump Bertemu Kanselir Jerman Bahas Eskalasi Operasi Militer di Iran
BeritaNasional.com - Kanselir Jerman Friedrich Merz menjadi pemimpin dunia pertama yang bertemu langsung dengan Trump pada Selasa (3/3/2026) waktu setempat sejak AS melancarkan serangan udara skala besar ke Iran pada Sabtu pekan lalu.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin mengonfirmasi bahwa eskalasi operasi militer terhadap Iran akan menjadi agenda utama dalam diskusi tertutup mereka.
Posisi Jerman dalam konflik ini pun kini menjadi sorotan dunia karena tensi yang semakin memanas antara AS dan sekutu-sekutu Eropa.
Hubungan Renggang AS dengan Spanyol dan Inggris usai Serangan ke Iran
Sebelumnya, ketegangan global meningkat setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan ancaman keras untuk menghentikan seluruh aktivitas perdagangan dengan Spanyol.
Langkah tersebut dipicu oleh penolakan Madrid yang tidak mengizinkan militer AS menggunakan pangkalan udara di wilayah mereka untuk melancarkan serangan ke Iran.
"Kami tidak Ingin Berhubungan dengan Spanyol," ungkap Trump pada Selasa (4/3/2026).
Pernyataan kontroversial tersebut dilontarkan Trump kepada awak media di Ruang Oval sesaat sebelum memulai pertemuan bilateral dengan Kanselir Jerman Friedrich Merz pada Selasa.
"Kami akan menghentikan semua perdagangan dengan Spanyol. Kami tidak ingin menjalin hubungan lagi dengan mereka," tegas Trump.
Ancaman ini menandai babak baru kebijakan luar negeri AS yang semakin agresif terhadap negara-negara sekutu yang dianggap tidak sejalan dengan strategi militer Washington di Timur Tengah.
Tak hanya Spanyol, Inggris tak luput dari sasaran kekesalan Trump. Ia secara terbuka menyatakan ketidaksenangannya terhadap sikap London yang enggan terlibat lebih jauh dalam operasi militer kali ini.
"Ngomong-ngomong, saya juga tidak senang dengan Inggris. Sosok yang kita hadapi saat ini jelas bukan Winston Churchill," tambah Trump.
Kritik tajam ini muncul menyusul pernyataan Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer di hadapan Parlemen pada Senin (2/3/2026).
Starmer menegaskan Inggris tidak akan bergabung dalam serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran demi menjaga stabilitas kawasan.
Sumber: Xinhua News
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







