Menag Ungkap Peringatan Nuzulul Qur’an 2026 Digelar di Istana Negara

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 04 Maret 2026 | 17:46 WIB
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. (BeritaNasional/Elvis).
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. (BeritaNasional/Elvis).

BeritaNasional.com - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memastikan peringatan Nuzulul Qur’an tingkat nasional 2026 akan dipusatkan di Istana Negara, Jakarta. 

Kepastian ini didapat usai Menag melakukan pertemuan khusus dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan pada Rabu (4/3/2026).

Menag menjelaskan pertemuan tersebut memang khusus membahas persiapan menyambut malam turunnya Al-Qur'an tersebut.

“Saya baru saja bertemu dengan Bapak Presiden untuk membicarakan persiapan peringatan Nuzulul Qur’an. Insya Allah, peringatan Nuzulul Qur’an direncanakan akan dilaksanakan di Jakarta, tepatnya di Istana Negara,” ujar Menag di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Sebelum diputuskan di Jakarta, sempat muncul beberapa opsi lokasi strategis lainnya, termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Masjid Istiqlal. 

Namun, Prabowo akhirnya memberikan arahan agar kegiatan sakral tersebut dilaksanakan di jantung pemerintahan.

“Bapak Presiden memberikan arahan agar kegiatan tersebut dilaksanakan di Istana Negara,” jelasnya.

Menag menekankan pemilihan Istana Negara bukan tanpa alasan. Lokasi tersebut membawa pesan simbolik yang kuat untuk menyatukan nilai-nilai spiritualitas dengan semangat kenegaraan. 

Menurut dia, ajaran Al-Qur'an sangat selaras dengan prinsip keadilan dan kemanusiaan dalam berbangsa.

“Ini bukan sekadar seremoni keagamaan, tetapi juga momentum untuk meneguhkan komitmen kebangsaan kita. Nilai-nilai Al-Qur’an seperti keadilan, persaudaraan, dan kepedulian sosial sangat relevan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tuturnya.

Kementerian Agama (Kemenag) kini merancang konsep acara yang tidak hanya khidmat, tetapi juga merangkul berbagai elemen masyarakat. 

Rencananya, peringatan ini akan dihadiri oleh tokoh lintas agama, duta besar negara-negara sahabat, hingga perwakilan milenial dan generasi muda.

Menag berharap Istana Negara bisa menjadi titik temu yang mempererat silaturahmi seluruh komponen bangsa.

“Kami ingin agar peringatan Nuzulul Qur’an ini menjadi ruang silaturahmi kebangsaan. Istana Negara sebagai simbol negara diharapkan dapat menjadi tempat yang merekatkan nilai spiritual dan nilai kenegaraan,” tandasnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: