Kemenhaj Batam: Pemberangkatan Jemaah Umrah Tetap Berjalan
BeritaNasional.com - Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), memastikan pemberangkatan jemaah umrah dari Batam tetap berjalan sesuai jadwal, meski terdapat perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada operasional penerbangan internasional.
Kepala Kemenhaj Batam Syahbudi mengatakan, hingga saat ini tidak ada pembatalan maupun penundaan jamaah umrah asal Batam untuk periode Maret hingga April 2026.
“Tidak ada pembatalan. Karena dari Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi pada tanggal 2 Maret menegaskan bahwa kehidupan di Kerajaan Arab Saudi berjalan secara normal di seluruh wilayah,” ujarnya.
Ia menjelaskan otoritas Arab Saudi juga menegaskan bahwa keamanan kerajaan, para pengunjung, serta seluruh penduduk, menjadi prioritas utama pemerintah setempat.
Dengan kondisi tersebut, kata dia, jemaah umrah dari Batam tetap dapat berangkat sesuai jadwal.
“Insya Allah besok tanggal 7 dan tanggal 9 (Maret) ada yang berangkat umrah,” kata Syahbudi.
Untuk satu rombongan umrah, lanjutnya, biasanya terdiri dari sekitar 45 orang per grup, tergantung pada Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).
Sementara itu imbauan resmi dari Kemenhaj pusat tertanggal 28 Februari 2026 menyebutkan bahwa sehubungan dengan perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah, beberapa penerbangan menuju dan dari Arab Saudi berpotensi mengalami penjadwalan ulang, penundaan, atau pembatalan.
Jemaah diimbau untuk memastikan status penerbangan secara berkala sebelum berangkat ke bandara serta tetap tenang dan mengikuti arahan resmi dari maskapai, PPIU, dan otoritas terkait.
Kemenhaj RI bersama Perwakilan Republik Indonesia di Arab Saudi terus berkoordinasi guna memastikan jemaah Indonesia tetap aman dan terlayani dengan baik.
Sumber: Antara

EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 23 jam yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu



